Kenali Gejalanya, Ada Ribuan Penderita TBC yang Belum Terdeteksi

Ilustrasi

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Penanganan penyakit Tuberculosis (TB) atau TBC masih menjadi Pekerjaan Rumah (PR) Pemerintah Kabupaten Sukoharjo. Sebab, baru sebagian kecil dari sekian banyak penderita TB yang terdeteksi.



Kepala Seksi (Kasi) Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo, Purnomo mengatakan, berdasarkan riset Kementrian Kesehatan (Kemenkes), target deteksi penderita TB di Sukoharjo sebanyak 2.000-an kasus.

Sementara, pada 2017 lalu baru terdeteksi 336 kasus. Hal ini lebih dikarenakan tidak terbukanya masyarakat terhadap penyakit menular tersebut. Menurutnya kesadaran masyarakat untuk memeriksakan diri terkait gejala-gejala penyakit ini masih sangat rendah.

Dijelaskan, gejala TB tidak jauh berbeda dengan batuk biasa. Tetapi, penyakit TB ditandai dengan batuk dalam jangka waktu yang lama disertai nafsu makan berkurang dan badan cenderung kurus. “Penyakit ini menular, masyarakat kami minta lebih terbuka dan segera memeriksakan diri jika mengalami gejala tersebut,” tutur Purnomo, Selasa (30/1).

Dijelaskan, masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk berobat karena biaya pengobatan penyakit TB ini ditanggung pemerintah. Penderita yang terdata cukup mengikuti saran pengobatan yang dianjurkan. Pengobatan dilakukan selama enam bulan dan pasien harus minum obat secara teratur sampai penyakitnya benar-benar tuntas.

”Kalau tidak tuntas, pasien bisa kebal obat dan menambah sulit proses pengobatan,” papar dia.

Untuk mendeteksi penderita TB, Dinas Kesehatan Sukoharjo telah membentuk tim khusus. Tim ini akan mendatangi rumah warga yang dicurigai menderita TB. Petugas akan mengambil sampel dahak penderita untuk dilakukan tes selanjutnya. (sofarudin)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.