Progres Pembangunan Gedung Koperasi Merah Putih di Jateng, 5.503 Gedung Telah Terbangun

banner 468x60
Ilustrasi.

Sukoharjonews.com (Semarang) — Progres signifikan ditunjukkkan dalam pembangunan gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Provinsi Jawa Tengah. Saat ini setidaknya sudah 5.503 unit gedung telah terbangun, dan diharapkan mampu menggerakkan ekonomi warga setempat.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy S Bramiyanto menyatakan, dari total 8.523 koperasi yang telah berbadan hukum, sebanyak 5.887 koperasi telah memetakan lokasi yang akan dibangun gedung koperasi. Dari jumlah itu, sebanyak 5.503 unit koperasi telah proses pembangunan gedung.

Adapun yang sudah selesai 100 persen pembangunan gedung koperasinya mencapai 1.456 unit. Hal itu menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan capaian pembangunan koperasi terbanyak kedua secara nasional.

Eddy menjelaskan, kontribusi KDKMP terhadap penguatan ekonomi warga juga mulai terlihat. Tercatat, puluhan KDKMP telah terlibat dalam penyediaan kebutuhan dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Selain itu, ratusan KDKMP lainnya bekerja sama dengan Perum Bulog dalam program Gerakan Pangan Murah, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp9,5 miliar. Bahkan, ratusan koperasi juga terlibat dalam mendukung stabilisasi pasokan pangan menjelang Lebaran.

Penasihat Khusus Presiden Bidang Politik dan Keamanan, Brigjen Pol (Purn) Erwin Chahara Rusmana menyatakan, Jawa Tengah memiliki potensi besar dalam pengembangan koperasi, karena didukung besarnya jumlah desa, serta tradisi berkoperasi yang sudah kuat.

“Terkait Kopdes Merah Putih, potensi di Jateng jumlah desanya besar, tradisi berkoperasi juga sudah bagus. Kebijakan Pak Presiden kan prioritas, mohon kolaborasi,” ujar Erwin, dikutip dari laman Pemprov Jateng, Selasa (14/4/2026).

Dia menambahkan, tindak lanjut pengembangan KDKMP perlu dilakukan melalui pemetaan yang jelas, termasuk peran berbagai pihak, seperti komunitas TNI, pemerintah daerah, hingga BUMD, dalam mendukung percepatan pembangunan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan, pengembangan KDKMP harus dikawal secara serius dan terstruktur, termasuk melalui dukungan kelembagaan dan koordinasi lintas pihak.

Selain itu, dia juga menekankan agar model pengembangan KDKMP tidak harus seragam di setiap daerah, melainkan perlu disesuaikan dengan potensi dan karakteristik masing-masing wilayah.

“Tidak semua KDKMP harus dipukul rata sama, disesuaikan kearifan lokal daerahnya. Di samping itu tidak boleh memaksakan satu desa satu KDKMP,” ujarnya.

Pemprov Jawa Tengah menilai pendekatan tersebut penting untuk memastikan KDKMP dapat berkembang secara berkelanjutan, adaptif, serta benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat sesuai kebutuhan di masing-masing daerah. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *