Terdampak OTT, Sejumlah Acara Harlah Sukoharjo Tetap Berjalan Tapi Disederhanakan

banner 468x60
Ilustrasi Gedung Perkantoran Terpadu Sukoharjo.

Sukoharjonews.com – Acara Hari Lahir (Harlah) Kabupaten Sukoharjo ke-80 dipastikan tetap berjalan sesuai rencana. Hanya saja, Pemkab Sukoharjo menyederhanakan sejumlah acara yang digelar. Penyederhanaan dilakukan setelah kasus OTT KPK yang menjerat bupati dan dua ASN.

“Seluruh agenda yang telah direncanakan tetap berjalan meski dilakukan evaluasi dan penyederhanaan,” ujar Asisten II Sekda, Suyamto, Selasa (14/7/2026).

Suyamto mengatakan, selain mempertimbangkan informasi yang telah disampaikan kepada publik, pemerintah juga memperhitungkan aspek administrasi dan penggunaan anggaran. Menurutnya, sejumlah kegiatan telah memasuki tahap pelaksanaan, termasuk kontrak dengan pihak ketiga.

“Kegiatan yang dibiayai APBD melalui DPA masing-masing perangkat daerah, apabila sudah ada pembiayaan seperti uang muka (DP) maupun penandatanganan kontrak dengan event organizer atau pihak ketiga lainnya, tentu tetap harus berjalan,” ujarnya.

Namun demikian, Suyamto menegaskan seluruh prosesi akan dibuat lebih sederhana. “Kata kuncinya adalah disederhanakan. Semua prosesi yang sudah teranggarkan dan sudah berjalan tetap dilaksanakan, tetapi dikemas lebih sederhana,” jelasnya.

Salah satu agenda yang mengalami perubahan adalah prosesi kirab pataka, yang selama ini menjadi simbol lahirnya Kabupaten Sukoharjo. Semula, kirab direncanakan dimulai dari Rumah Dinas Bupati Sukoharjo menuju Alun-Alun Satya Negara dengan berjalan kaki.

Dalam konsep yang telah dievaluasi, titik keberangkatan dipindahkan ke kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Sukoharjo.

“Prosesi kirab pataka yang sebelumnya direncanakan berangkat dari rumah dinas bupati sekarang berubah. Kirab dimulai dari Setda. Bagaimanapun juga pataka merupakan ruh dari Hari Jadi Kabupaten Sukoharjo sebagaimana diatur dalam ketentuan yang berlaku, sehingga tetap harus dilaksanakan,” terang Suyamto.

Tidak hanya lokasi keberangkatan yang berubah, cara membawa pataka juga mengalami penyesuaian. Jika sebelumnya pataka akan diarak dengan berjalan kaki sepanjang rute, kini pataka akan dibawa menggunakan kendaraan bak terbuka.

Selain itu, tamu undangan VIP tidak lagi mengikuti kirab sejak titik awal dengan berjalan kaki. Mereka akan mengikuti iring-iringan menggunakan kendaraan dinas masing-masing, kemudian turun di kawasan Proliman untuk berjalan bersama rombongan kirab menuju lokasi upacara.

Disinggung tentang hiburan rakyat Guyon Waton di alun-alun, Suyamto juga memastikan tetap digelar. Hanya saja, dalam event tersebut tidak ada panggung VIP seperti yang direncanakan diawal.

“Intinya dalam penyederhanaan ini yang bersifat seremonial bersama Forkopimda dihilangkan. Termasuk event SF3 dimana Forkopimda juga tidak ikut melenggang di “catwalk” seperti tahun-tahun sebelumnya,” tambahnya.

Dengan penyederhanaan sejumlah prosesi, pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk tetap menghormati kondisi yang berkembang tanpa mengesampingkan pelaksanaan agenda daerah yang telah direncanakan jauh hari sebelumnya. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *