Ragam  

Harga Gabah Kering Panen MT II Naik, Petani Diuntungkan

Harga Gabah Kering Panen pada MT II ini naik di sejumlah wilayah dan diatas HPP Rp3.700 per kilogram. GKP saat ini berkisar Rp4.000 hingga Rp4.200 per kilogram.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Panen padi untuk musim tanam II (MT II) kali ini bisa dinikmati petani di sejumlah wilayah. Pasalnya, saat ini harga gabah kering panen (GKP) cukup tinggi bahkan diatas Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp3.700 per kilogram. Saat ini, harga GKP pada kisaran Rp4.000 hingga Rp4.200 per kilogram. Jika ada harga yang lebih rendah pada kisaran Rp3.900, hal itu dikarenakan faktor kualitas GKP yang rusak karena serangan hama.



Salah satu petani asal Desa Pondok, Kecamatan Grogol Sobrin mengatakan, dirinya melakukan panen padi pada pertengahan September ini. Menurutnya, hasil panen pada musim kemarau ini cukup baik karena kualitas gabah juga baik. Gabah GKP miliknya laku terjual dengan harga Rp4.000 per kilogram. Hasil panen melimpah dan harga gabah yang tinggi di atas HPP sangat disyukuri Sobrin. Pasalnya, uang yang didapat bisa digunakan untuk menutup kebutuhan biaya MT II dan segera bersiap menghadapi MT III.

“Untuk MT III ini kemungkinan biaya yang dikeluarkan tidak lebih banyak dibanding MT II karena diperkirakan sudah turun hujan sehingga mengurangi biaya sewa pompa air,” ujarnya, Selasa (18/9).

Hal senada diungkapkan petani Desa Geneng, Kecamatan Gatak, Ratno. Menurutnya, panen padi pada musim MT II sangat melegakan petani karena hasilnya bagus dan melimpah. Hal tersebut terjadi karena faktor masih adanya jaminan ketersediaan air dan cuaca panas. Selain itu, juga kemudahan mendapatkan pupuk dan rendahnya ancaman serangan hama.

Dia mengaku hasil panen padi petani langsung dijual dan sudah ada pembeli langganan yang biasa membeli langsung yang datang ke sawah. Harga GKP petani sekarang masih lebih tinggi dibandingkan HPP Rp3.700 per kilogram. Ratno mengaku gabahnya laku Rp4.200 per kilogram karena kondisinya memang bagus. Tapi, ada juga petani lain hanya laku Rp3.900 per kilogram karena ada yang rusak diserang hama tikus.

Teripisah, Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti mengatakan, pada MT II memang masih banyak petani memilih menanam padi sesuai arahan dinas. Meski tengah musim kemarau, petani tetap diminta menanam padi sebagai bagian dari menjalankan instruksi pemerintah pusat untuk menaikan stok cadangan pangan. Selain itu, juga demi pencapaian program ketahanan pangan daerah.

“Untuk yang terairi dari Dam Colo tidak masalah karena belum ditutup. Yang kesulitan bisa menggunakan pompa air,” ujarnya. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments