Ragam  

Banjir Rendam Solo Baru Sukoharjo Sebabkan Arus Lalin Macet Parah, Polisi Berlakukan Contra Flow

banner 468x60
Polisi berlakukan contra flow untuk mengatasi kemacetan akibat banjir di Solo Baru, Rabu (15/4/2026).

Sukoharjonews.com – Arus lalu lintas dari Sukoharjo menuju Solo melalui Tanjunganom hingga Joyontakan mengalami kemacetan cukup parah akibat genangan air dan banjir yang melanda wilayah Solo Baru, Rabu (15/4/2026).

Kasat Lantas Polresta Sukoharjo, AKP Doohan Okta menyampaikan, kondisi lalu lintas di sekitar Bundaran Solo Baru terpantau ramai dan tersendat. Kepadatan dipicu genangan air di sejumlah ruas jalan yang menghambat laju kendaraan.

“Untuk situasi arus lalu lintas saat ini cukup ramai dan tersendat, khususnya dari arah Sukoharjo menuju Solo. Ini dikarenakan adanya genangan air atau banjir di wilayah Solo Baru,” ujar AKP Doohan Okta saat memantau di lapangan.

Ia menjelaskan, baik dari arah Sukoharjo menuju Solo maupun sebaliknya, arus kendaraan terpantau padat merayap. Bahkan, ketinggian air di beberapa titik mencapai mata kaki pengendara, sehingga memperlambat laju kendaraan.

Petugas kepolisian pun mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melintas di kawasan terdampak banjir, khususnya di sekitar Bundaran Pandawa dan Solo Baru.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat yang melintas di wilayah Solo Baru agar tetap berhati-hati, mengutamakan keselamatan daripada kecepatan,” tegasnya.

Sementara itu, kondisi di kawasan Tanjunganom dilaporkan lebih parah. Ketinggian air di lokasi tersebut hampir mencapai lutut orang dewasa, sehingga menyebabkan arus lalu lintas dari Sukoharjo menuju Surakarta tersendat cukup panjang.

“Untuk arus dari Sukoharjo ke arah Solo terpantau padat merayap karena genangan air cukup tinggi. Sedangkan dari arah Surakarta menuju Sukoharjo relatif lebih lancar,” ungkapnya.

Untuk mengurai kemacetan, petugas memberlakukan sistem contra flow di lokasi terdampak. Satu lajur difungsikan khusus untuk kendaraan roda dua dari arah Sukoharjo menuju Solo, sementara kendaraan roda empat diarahkan melalui lajur tertentu dengan pengawasan petugas.

“Kami berlakukan contra flow. Untuk roda dua kami arahkan satu lajur menuju Solo. Sedangkan roda empat kami persilakan melintas, namun harus mengikuti lajur paling kanan,” jelasnya.

Selain pengaturan lalu lintas, petugas gabungan dari kepolisian, Damkar, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR), serta BPBD juga terus melakukan upaya penanganan banjir, termasuk penyedotan air agar genangan segera surut dan akses jalan kembali normal.

“Kami bersama instansi terkait saat ini melakukan penyedotan air agar segera surut dan bisa dilalui masyarakat kembali,” tambahnya. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *