Ragam  

Kesulitan Air Bersih Mulai Landa Sukoharjo Selatan, Pemkab Mulai Kirim Bantuan

banner 468x60
Bupati Sukoharjo, Etik Suryani memimpin penyaluran bantuan air bersih, Kamis (9/7/2026).

Sukoharjonews.com – Dampak musim kemarau mulai dirasakan masyarakat Sukoharjo khususnya wilayah selatan. Saat ini warga mulai kesulitan air bersih sehingga Pemkab Sukoharjo mulai melakukan pengiriman bantuan air bersih sesuai kebutuhan.

Bantuan disalurkan di Kecamatan Bulu, Tawangsari, dan Weru yang menjadi wilayah langganan terdampak kekeringan setiap tahun. Pengiriman bantuan ini dipimpin langsung oleh Bupati Etik Suryani, Kamis (9/7/2026).

“Warga mulai kesulitan air bersih. Tahap awal ini, pemerintah mengirimkan satu tangki air bersih ke masing-masing kecamatan dengan kapasitas sekitar 4.000 liter,” ujarnya.

Distribusi tersebut dilakukan sebagai langkah cepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

Etik mengatakan bantuan air bersih tidak dibatasi jumlah tertentu. Pemerintah akan terus menyalurkan pasokan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.

“Kalau masih kurang, masyarakat bisa mengajukan permohonan lagi. Nanti akan kami kirim kembali. Jadi tidak ada batasan liter, semua disesuaikan dengan kebutuhan warga,” katanya.

Selain bantuan jangka pendek, Pemkab Sukoharjo juga menyiapkan solusi jangka panjang melalui pembangunan sarana sumber air bersih di wilayah yang setiap tahun mengalami kekeringan.

Etik menjelaskan, salah satu desa sebenarnya telah memiliki titik sumber air yang sempat mengeluarkan debit air. Namun, jaringan pipa mengalami kerusakan akibat dampak gempa sehingga distribusi air tidak dapat berjalan optimal.

“Untuk jangka panjang kami akan membangun sumur. Sebenarnya di desa tersebut sudah ada titik sumber air dan sempat keluar airnya, tetapi karena ada gempa, pipanya bergeser sehingga tidak bisa dimanfaatkan maksimal. Perbaikannya akan kami anggarkan pada perubahan APBD agar masyarakat nantinya bisa menikmati pasokan air secara berkelanjutan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengatakan pemerintah daerah telah menetapkan status siaga darurat kekeringan di tiga kecamatan, yakni Weru, Tawangsari, dan Bulu.

Menurut Ariyanto, sejumlah desa di tiga kecamatan tersebut merupakan wilayah yang hampir setiap tahun mengalami krisis air bersih ketika musim kemarau tiba.

“Daerah rawan kekeringan tersebar di sejumlah desa di Kecamatan Tawangsari, Weru, dan Bulu. Ketika sumber air mulai mengering, masyarakat sangat bergantung pada bantuan air bersih dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.

BPBD Sukoharjo pun telah menyiapkan skema distribusi air bersih selama masa siaga darurat berlangsung. Bantuan akan terus disalurkan berdasarkan permintaan dan kondisi di lapangan agar kebutuhan air masyarakat tetap terpenuhi hingga musim kemarau berakhir. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *