Yang Belum Tahu, Berikut Ini Tata Cara Mandi Wajib Setelah Haid

banner 468x60
Ilustrasi. (Dok Kemenag)

Sukoharjonews.com – Dalam artikel ini akan membahas tentang tata cara mandi wajib setelah haid. Mandi wajib setelah haid adalah kewajiban bagi perempuan muslim untuk menyucikan diri setelah masa haid berakhir. Haid merupakan salah satu bentuk hadas besar, sehingga untuk kembali suci, mandi wajib harus dilakukan.

Dilansir dari Bincang Syariah, Kamis (14/5/2026), sebelum melakukan mandi wajib, pastikan bahwa darah haid benar-benar sudah berhenti. Cara memastikan hal ini adalah dengan mengoleskan kapas pada bagian vagina. Jika kapas tidak lagi menunjukkan warna keruh atau kuning, itu menandakan bahwa haid sudah selesai. Tanda lain berhentinya haid adalah keluarnya cairan bening dari vagina setelah masa haid berakhir.

Tata cara Mandi Wajib Setelah Haid
Langkah pertama dalam mandi wajib setelah haid adalah menghilangkan najis yang keluar dari qubul dan dubur. Proses ini disebut beristinjak, yang bertujuan untuk membersihkan sisa-sisa najis agar tubuh benar-benar bersih sebelum melaksanakan mandi wajib. Najis yang berasal dari qubul dan dubur ini harus dibersihkan secara menyeluruh, karena jika masih ada najis yang tersisa, mandi wajib tidak akan sah.

Selanjutnya, penting untuk membersihkan kotoran-kotoran di tubuh yang sulit dihilangkan kecuali dengan air. Misalnya, bekas darah haid yang mungkin menempel di kuku, atau sisa-sisa make up yang masih ada di wajah dan bagian tubuh lainnya. Membersihkan kotoran ini menjadi langkah yang tidak boleh diabaikan, karena kotoran tersebut bisa menjadi penghalang dalam proses penyucian tubuh secara sempurna.

Sebelum memulai mandi wajib, disunnahkan untuk berwudhu terlebih dahulu. Wudhu ini dilakukan dengan niat kesunnahan dalam mandi, yaitu mengikuti anjuran Rasulullah SAW yang menganjurkan untuk mendahulukan wudhu sebelum mandi wajib. Berwudhu sebelum mandi juga membantu memastikan kebersihan tubuh sebelum memulai proses penyucian yang lebih menyeluruh.

Setelah itu, niat mandi wajib harus diucapkan dengan jelas dalam hati. Niat ini adalah inti dari mandi wajib, karena tanpa niat, mandi tersebut tidak akan sah di mata syariat. Bacaan niat mandi wajib setelah haid biasanya berbunyi, “Nawaitul ghusla liraf’il hadatsil akbari fardhan lillahi ta’ala,” yang artinya, “Aku berniat mandi untuk menghilangkan hadas besar fardhu karena Allah Ta’ala.”

Terakhir, selesaikan mandi wajib dengan meratakan air ke seluruh tubuh tanpa terkecuali. Pastikan bahwa air menjangkau setiap bagian tubuh, termasuk sela-sela rambut dan lipatan kulit. Dengan demikian, mandi wajib akan dianggap sah, dan perempuan dapat kembali melaksanakan ibadah seperti shalat dan puasa dengan kondisi suci.

نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِرَفْعِ الْحَدَثِ اْلاَكْبَرِ مِنَ الحَيْضِ فَرْضًا ِللهِ تَعَالَى

Nawaitul Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbari minal Haidhi Fardhan Lillaahi Ta’aalaa.

“Aku niat mandi besar untuk menghilangkan hadas besar dari haid fardhu karena Allah Swt.”

Kelima, alirkan air ke seluruh tubuh dari ujung kepala hingga ujung kaki, ratakan air dan gosokkan badan dengan tangan untuk membersihkan kotoran yang menempel pada tubuh. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *