UPT Bahasa Univet Bantara Sukoharjo Gelar Pelatihan Literasi “Menulis Opini sebagai Wahana Berekspresi”

banner 468x60
UPT Bahasa Univet Bantara Sukoharjo menggelar Pelatihan Literasi “Menulis Opini sebagai Wahana Berekspresi”, Rabu (29/4/2026).

Sukoharjonews.com – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Bahasa Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Pelatihan Literasi di lantai 3 Gedung H, Rabu (29/4/2026). Dalam pelatihan ini, UPT Bahasa menghadirkan seorang jurnalis yang juga Manager Project Management Solopos Media Group, Ichwan Prasetyo.

Dalam kesempatan itu, Kepala UPT Bahasa Univet, R Adi Deswijaya, menyampaikan kegiatan tersebut menyampaikan jika menulis opini bukan sekadar menyalurkan hobi, melainkan instrumen bagi akademisi, pendidik, dan mahasiswa untuk ikut serta dalam pembangunan bangsa melalui gagasan yang konstruktif dan sulit.

“Kegiatan ini bertujuan antara lain memberikan pemahaman komprehensif mengenai teknik perusahaan kopi ini yang memiliki penggilaan pasang,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnyam juga mengasah daya kritis peserta dalam merespon isu-isu tertentu. Kemudian menjadikan opini sebagai wahana berekspresi namun tetap tajam.

Sedangkan Rektor Univet Bantara Sukoharjo, Prof Farida Nugrahani mengatakan, acara tersebut sangat penting. Menurutnya, kampus adalah pusat ilmu pengetahuan dan hal itu tidaklah cukup karena harus dipastikan ilmu pengetahuan dan juga budaya tersebut berdampak kepada masyarakat.

“Bagaimana mungkin berdampak jika itu tidak dikabarkan, tidak disiarkan maka pelatihan ini adalah salah satu upaya dalam rangka mengabarkan ilmu pengetahuan dan budaya tersebut,” ujarnya.

Menurutnya, pemikiran-pemikiran kritis atau mungkin hasil-hasil penelitian, hasil pengamatan bisa ditulis dan dijadikan konsumsi masyarakat untuk pembelajaran ataupun untuk menjaga masyarakat.

Prof Farida juga mengatakan, setiap pemikiran kritis terkait apa yang terjadi saat ini bisa dituangkan dalam sebuah tulisan opini dimana dalam opini tersebut juga ada solusi yang ditawarkan dan disampaikan ke masyarakat.

“Namun, perlu juga diperhatikan menulis opini butuh latihan dan yang tidak kalah penting adalah mempertanggungjawabkan opini yang ditulis jika ada data yang disampaikan,” pesan Prof Farida.

Ia berharap pelatihan tersebut bisa dimanfaatkan secara maksimal oleh dosen dan juga mahasiswa karena sangat positif dan bermanfaat. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *