
Sukoharjonews.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo menggelar Sistem Penerimaan Murid baru (SPMB) jenjang SMP secara online, 8-10 Juni 2026. Agenda tersebut mendapat perhatian Bupati Etik Suryani yang langsung memantau SPMB online di dua SPMN, Senin (8/6/2026).
Bupati ingin memastikan sistem berjalan lancar tanpa kedanala selama proses pendaftaran. Pantauan sendiri dilakukan SMPN 2 Polokarto dan SMP Negeri 1 Grogol.
“Alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Harapan kami mudah-mudahan apa yang ditargetkan dari masing-masing sekolah bisa terpenuhi,” kata Bupati.
Dari hasil pantauan, jumlah pendaftar di masing-masing sekolah menunjukkan perkembangan yang berbeda. Seperti di SMPN 2 Polokarto, jumlah pendaftar pada hari pertama tercatat sebanyak 56 siswa dari target penerimaan 126 siswa.
Sementara itu, di SMPN 1 Grogol, jumlah pendaftar telah mencapai lebih dari 500 siswa, melebihi kuota yang tersedia sebanyak 320 siswa.
Tingginya minat masyarakat terhadap sekolah negeri menunjukkan meningkatnya kepercayaan orang tua terhadap kualitas pendidikan yang diberikan oleh sekolah-sekolah negeri di Sukoharjo. Bupati berharap masyarakat semakin mencintai dan memilih sekolah negeri, baik jenjang SD, SMP maupun SMA, karena kualitasnya dinilai tidak kalah dengan sekolah swasta.
“Pemerintah Kabupaten Sukoharjo bersama Dinas Pendidikan terus berupaya memperbaiki dan mempercantik fasilitas sekolah-sekolah negeri. Kami ingin sekolah negeri semakin berkualitas dan menjadi pilihan utama masyarakat,” katanya.
Selain peningkatan sarana dan prasarana, Pemkab Sukoharjo juga terus mendorong penguatan pendidikan karakter dan keagamaan melalui berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.
Salah satu program yang terus dikembangkan adalah pembiasaan setoran hafalan surat-surat Al-Qur’an, baik surat pendek maupun surat panjang, sebagai bagian dari pembentukan karakter religius peserta didik.
“Kami berharap program-program tersebut dapat memotivasi anak-anak untuk mau bersekolah di sekolah negeri dan meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Sukoharjo,” tambahnya.
Ia menegaskan proses penerimaan siswa baru harus berjalan secara objektif, transparan, dan bebas dari praktik titip-menitip.
“Tidak ada titip-titipan. Semua harus diterima secara objektif. Prosesnya alami, mulai dari pendaftaran, pengisian formulir, kemudian diinput ke sistem, dan hasilnya akan diketahui melalui komputer. Semua jelas dan transparan,” tegasnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Sukoharjo Havid Danang PW mengatakan, SPMB online SMP tahun ajaran 2026/2027 Sukoharjo menyediakan kuota 9.216 murid. Total ada 49 SMP negeri dan swasta mengikuti SPMB online. Disediakan empat jalur pendaftaran yakni domisili, afirmasi, prestasi dan mutasi.
“Calon siswa datang secara offline di sekolah yang jadi pilihan pertama, kemudian peringkat bisa dipantau secara online,” ujarnya. (nano)















Facebook Comments