Susah Amat Nyari Gas Elpiji 3 Kilogram

Warga disejumlah wilayah di Sukoharjo mengeluhkan susahnya mendapatkan gas elpiji 3 kg. Diduga ada permainan agen yang menjual gas ke luar daerah.

Sukoharjonews.com – Akhir-akhir warga Sukoharjo di sejumkah wilayah mengaku kesulitan untuk mendapatkan gs elpiji 3 kilogram (kg). Susahnya mendapakan gas bersubsidi tersebut disinyalir karena adanya permainan agen gas di Sukoharjo yang menjual gas bersubsisi ke luar daerah.

“Dalam seminggu terakhir ini sudah mendapat gas elpiji 3 kilogram. Sudah sejumlah toko pengecer saya datangi dan semuanya habis,” ujar warga Trangsan, Gatak, Puji Santoso, 45, Kamis (16/11).

Puji mengaku tidak ada kepastian kapan mendapatkan kiriman dari pangkalan. Yang jelas, semua pengecer mengaku kehabisan stok,” ujarnya.

Hal senada diungkapkan warga Gumpang, Kartasura, Imam Wahyu, 37. Menurutya, dalam beberapa hari terakhir dirinya juga kesulitan mendapatkan gas 3 kg. Sejumlah toko kelontong yang selama ini jadi pengecer juga kehabisan stok. Dia berharap masalah sulitnya mendapatkan gas elpiji 3 kg segera diatas dinas terkait.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo ketika dikonfirmasi mengaku langkanya gas elpiji 3 kg baru sebatas dugaan saja. Namun, dinas sudah menerima laporan kalau ada indikasi agen gas elpiji 3 kg menjual gas melon tersebut ke luar daerah.

“Baru indikasi dan belum tentu kebenarannya. Laporan tersebut segera kami tindaklanjuti,” ujarnya.

Terkait indikasi tersebut, Sutarmo mengaku akan melakukan penyelidikan. Kalaupun memang terbukti ada agen gas yang menjual gas bersubsidi tersebut ke luar daerah, dinas akan melakukan langkah tegas dengan mencabut izin agen bersangkutan. Yang jelas, Sutarmo mengaku stok gas elpiji 3 kg yang dikirim ke Sukoharjo masih sesuai kuota. Sehingga, jika tidak ada penyalahgunaan, tentunya tidak akan terjadi kelangkaan sehingga masyarakat susah mendapatkannya.

Diakui Sutarmo, sulitnya mendapatkan gas melon tersebut juga lantaran meningkatnya aktivitas masyarakat seperti hajatan mantu dan lainnya. Namun, beberapa waktu terakhir ini Sutarmo mendapat laporan ada agen yang menjual gas jatah Sukoharjo ke luar Sukoharjo. ”Kami akan secepatnya tindaklanjuti, kalau benar kami cabut izinnya,” paparnya.

Menurutnya, langkah tegas tersebut diambil Sutarmo agar tidak ada agen yang bermain sehingga menyebabkan masyarakat kesulitan. Kedepan, pengawasan akan diperketat. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menambahkan kuota untuk Sukoharjo. Saat ini, kuota gas elpiji 3 kg per hari di Sukoharjo sekitar 28 ribu tabung. ”Dinas akan sidak ke agen, kita sudah monitor dan selidiki,” tandasnya.(erlano putra)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.