
Sukoharjonews.com – Bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kembali disalurkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo. Bantuan disalurkan di tiga kecamatan untuk 21 penerima dengan total bantuan mencapai Rp257,5 juta. Bantuan diserahkan langsung Bupati Etik Suryani.
Untuk 21 penerima terebut tersebar di Kecamatan Grogol untuk empat penerima, Kecamatan Mojolaban 13 penerima, dan Kecamatan Polokarto untuk empat penerima.
Dari jumlah tersebut empat diantara menerima bantuan renovasi rumah dengan nilai mulai Rp5 juta hingga Rp7.5 juta. Sedangkan sisanya menerima bantuan rehab RTLH dengan bantuan mulai Rp10 juta hingga Rp20 juta, menyesuaikan kondisi rumah yang direhab
“Kami bersama Baznas dan OPD terkait kembali menyalurkan bantuan RTLH di 21 titik di tiga kecamatan dengan total bantuan sebesar Rp257,5 juta yang bersumber dari Baznas,” ujar Etik.
Etik berharap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat mewujudkan hunian yang sehat dan layak. Selain itu, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para muzaki yang telah menyalurkan sebagian rezekinya melalui Baznas.
“Dengan bantuan ini diharapkan masyarakat dapat memiliki rumah yang sehat dan layak huni. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada para muzaki yang telah peduli dan membantu saudara-saudara kita yang membutuhkan,” tambahnya.
Etik menegaskan, pemerintah daerah akan terus berupaya menekan angka kemiskinan ekstrem di Sukoharjo, salah satunya melalui program rehab RTLH. Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Baznas dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), guna memperluas jangkauan bantuan.
“Targetnya tidak dibatasi setiap tahun. Semakin banyak semakin baik, karena kami ingin persoalan kemiskinan ekstrem di Sukoharjo segera terselesaikan. Tentunya ini tidak bisa dilakukan sendiri, perlu kolaborasi dengan Baznas dan CSR,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, menyampaikan bantuan yang disalurkan tersebut sudah melalui proses survei. Hal itu dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Terkait nilai bantuan yang diberikan pun tidak sama karena mengacu pada kondisi penerima saat dilakukan survei.
“Kami survei dulu ke lokasi calon penerima, jika memang memenuhi syarat, bantuan pasti cair dan nilainya disesuaikan dengan kondisi rumah penerima bantuan. Apakah hanya renovasi atau rehab,” ujar Sardiyono. (nano)















Facebook Comments