Portal Permanen di Kampung Mojo Dikeluhkan Warga

Warga Kampung Mojo, Kelurahan Gayam, Sukoharjo mengeluhkan pemasangan portal permanen yang menutup akses perlintasan jalur kereta api yang ada di kampung tersebut.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Warga Kampung Mojo RT 02/05, Kelurahan Gayam, Sukoharjo mengeluhkan pemasangan portal permanen di sebuah perlintasan tanpa palang di kampung setempat. Pasalnya, dengan pemasangan portal permanan tersebut membuat kendaraan tidak bisa melintas. Padahal, selama ini perlintasan tersebut sudah terbiasa menjadi akses warga.



Salah satu warga Kampung Mojo Priyanto mengatakan, warga tidak mengetahui secara pasti pihak yang memasang portal permanen tersebut. Pemasangan portal itu sendiri dilakukan pada Rabu (28/2). Pekerja yang memasang portal tersebut mengaku disuruh oleh Dirjen Perhubungan untuk memasang portal permanen di perlintasan tanpa palang yang ada di kampung tersebut.

“Kami menduga pemasangan portal permanen ini oleh PT Kereta Api Indonesia atau PT KAI karena berkaitan dengan perlintasan kereta api,” ujarnya.

Priyanto sendiri bari tahu kalau ada portal permanen tersebut pada Kamis (1/3) pagi saat berangkat kerja. Saat itu, di portal tersebut tertempel sejumlah poster yang bernada protes atas pemasangan portal permanen tersebut. “Warga berharap meski dipasang portal, sepeda motor masih bisa lewat,” ujarnya.

Selama ini, ujarnya, akses di perlintasan tersebut banyak digunakan warga ketika hendak ke Masjid Agung Baiturrahmah maupun. Jalur rel yang selama ini dilintasi Kereta Api Batara Kresna tersebut memisahkan rukun tetangga di Kampung Mojo.

Sebenarnya, ujar Priyanto, apabila pemasangan portal beralasan demi keamanan saat kereta api melintas, di lokasi tersebut jarak pandang juga juga cukup lebar. Sehingga, warga bisa melihat dengan jelas ketika kereta api melintas.

Warga lainnya Sumadi mengaku pemasangan portal dilakukan Rabu (28/2) sore. Saat memasang portal tersebut, pekerja membongkar aspal jalan yang ada di perlintasan tersebut. Sumadi mengaku setuju jika portal tersebut dibongkar karena menyusahkan warga sekitar.

Terpisah, Kepala Humas PT KAI DAOP VI Yogyakarta Eko Budiyanto saat dikonfirmasi mengaku tidak mengetahui siapa pemasangnya. Menurutnya, pemasang portal tersebut bisa satuan kerja atau PT KAI sendiri. Namun, jika berada di jalur KA Batara Kresna, kemungkinan besar pemasang portal adalah satuan kerja (Satker) atau balai. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.