
Sukoharjonews.com (Nguter) – TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler Ke-104 tengah berjalan di Desa Celep, Nguter, Sukoharjo. Kerja keras dilakukan anggota TNI yang masuk dalam Satgas TMMD tersebut karena program utamanya program fisik harus selesai tepat waktu hingga 27 Maret mendatang. Meski ada tenggat waktu yang harus dipenuhi, selama TMMD berjalan anggota Satgas TMMD juga melakukan proses anjangsana dengan warga Desa Celep.
Tentunya proses anjangsana tersebut tidak dilakukan saat pengerjaan kegiatan fisik dilakukan. Tapi, dilakukan anggota TNI saat beristirahat. Komandan SSK Satgas TMMD Reguler Ke-104 Kapten Arh Bahrun yang juga Danramil Nguter mengatakan, angjangsana yang dilakukan anggpta Satgas TMMD tersebut dengan mengunjungi warga pada saat istirahat. “Anggota mendatangi rumah warga, berkenalan dan berkomunikasi,” ujarnya, Senin (4/3).
Kapten Bahrun melanjutkan, anjangsana dilakukan oleh anggota satgas dengan tujuan lebih mendekatkan diri dengan masyarakat sehingga tercipta kemanunggalan TNI dengan rakyat. Menurutnya, TMMD bukan hanya mengerjakan sasaran fisik semata, tetapi lebih dari itu bagaimana masyarakat mengenal anggota TNI lebih dekat lagi. Komunikasi dengan masyarakat sangat penting dalam setiap pelaksanaan TMMD untuk menciptakan kedekatan atau kemanunggalan yang merupakan roh kegiatan TMMD.
Kegiatan anjangsana ini, ujarnya, akan terus dilakukan anggota Satgas TMMD. Pasalnya, suksesnya kegiatan TMMD, tak lepas dari semangat komunikasi yang terus dilakukan dengan masyarakat Desa Celep yang jadi
lokasi TMMD. “Inilah yang kami bangun, dengan berkomunikasi, kebersamaan dan kekompakan dengan warga menjadi kunci sukses TMMD,” tambahnya.
Disisi lain, saat ini anggota Satgas sudah mulai mengerjakan sasaran lain selain pembangunan jalan dan talud. Anggota TNI mulai melakukan rehab masjid dimana salah satunya dilakukan terhadap Masjid Al Muhajirin yang berada di Dukuh Muning. Rehab masjid tersebut sudah mencapai 35%. Selain itu, Satgas TMMD Reguler Ke-104 juga sudah melakukan pembangunan jamban warga kurang mampu. (nano sumarno)















Facebook Comments