Ragam  

Banser Sukoharjo Gelar “Fit and Proper Test” untuk Kandidat Kasatkoryon

banner 468x60
Satkorcab Banser Sukoharjo menyelenggarakan “Fit & Proper Test” bagi calon Kasatkoryon Banser se-Kabupaten Sukoharjo.

Sukoharjonews.com – Satkorcab Banser Kabupaten Sukoharjo menyelenggarakan kegiatan Fit & Proper Test bagi calon Kasatkoryon Banser se-Kabupaten Sukoharjo. Hal tersebut dalam rangka menyiapkan kader pemimpin Banser di tingkat kecamatan yang berkualitas dan berintegritas. Test sendiri dilaksanakan di SMP IT Al Anis, Desa Ngemplak, Kecamatan Kartasura, Minggu, )3/5/2026).

Dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026), test diikuti 33 calon Kasatkoryon Banser yang nantinya akan mengisi kepemimpinan di 11 PAC GP Ansor se-Kabupaten Sukoharjo. Para peserta merupakan kader-kader terbaik yang telah melalui tahapan kaderisasi dan direkomendasikan oleh masing-masing wilayah.

Dalam proses fit & proper test, para peserta diuji melalui beberapa materi utama, yakni materi Keagamaan meliputi pemahaman keislaman, ke-NU-an, dan Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja), Materi Kebanseran, mencakup pemahaman tentang tugas, fungsi, serta garis komando dalam tubuh Banser.

Kemudian Materi Organisasi dan Kepemimpinan, yang menguji kapasitas manajerial, kemampuan memimpin, serta pemahaman struktur organisasi, serta Rencana Tindak Lanjut (RTL), berupa pemaparan visi, strategi, dan program kerja sebagai Kasatkoryon di wilayah masing-masing.

Dalam apel pembukaan, Ketua PC GP Ansor Kabupaten Sukoharjo, Dahwan Asqolani, memberikan arahan kepada seluruh peserta agar mengikuti proses ini dengan sungguh-sungguh dan penuh tanggung jawab.

“Kasatkoryon bukan hanya jabatan struktural, tetapi amanah perjuangan. Dibutuhkan kader yang tidak hanya siap secara fisik, tetapi juga matang secara ideologi, organisasi, dan kepemimpinan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Korwil Ansor Soloraya PW GP Ansor Jawa Tengah, Zen Fathoni Achmad, dalam sambutannya menegaskan pentingnya kebanggaan, loyalitas, serta jati diri kader Ansor dan Banser.

“Dimanapun kita berada, kita ini adalah anggota Banser. Maka kita harus bangga atas kebanseran yang sudah kita miliki. Kebanggaan itu harus tercermin dalam sikap, perilaku, dan pengabdian kita kepada masyarakat, agama, dan negara,” tegasnya.

“Jabatan tinggi di Ansor bukan berarti strata tertinggi kita. Pada hakikatnya, dimanapun kita berada, kita tetap anggota Ansor. Karena Ansor itu melekat pada jiwa kita,” sambungnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa identitas sebagai Banser dan Ansor harus menjadi karakter yang hidup dalam setiap aktivitas kader, bukan sekadar simbol atau atribut semata.

Sementara itu, Kasatkorcab Banser Sukoharjo, Suwondo, dalam arahannya menegaskan bahwa fit & proper test ini merupakan bagian penting dari proses kaderisasi yang berkelanjutan.

“Seleksi ini bukan sekadar formalitas, tetapi upaya untuk memastikan bahwa Kasatkoryon yang terpilih benar-benar memiliki kapasitas, loyalitas komando, serta kesiapan dalam mengemban tugas organisasi,” ujarnya. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *