Teror Bau Busuk PT RUM, Pakai Maskerpun Bau Masih Tembus

Warga terdampak bau PT RUM di Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Sukoharjo, Jawa Tengah memakai masker untuk mengurangi dampak bau yang dirasakan. Meski sudah memakai masker, bau busuk tetap masih tembus.

Sukoharjonews.com (Nguter) – Teror bau busuk yang dikeluarkan oleh PT Rayon Utama Makmur (PT RUM) yang masuk dalam Sritex Grup di Desa Plesan, Kecamatan Nguter, Sukoharjo masih dirasakan warga. Setidaknya, bau busuk menyengat yang dirasakan warga sudah dua bulan ini. Warga pun sudah tak henti-hentinya protes. Mulai menggelar demo, memasang poster bernada keluhan, hingga mengadu pada Bupati Sukoharjo.

Namun, hingga kini belum ada tanda-tanda teror bau yang dirasakan warga akan segera hilang. Kondisi tersebut membuat resah warga karena merasa tidak nyaman. Baik ketika di dalam rumah maupun ketika beraktivitas dilua rumah. Bau menyengat tersebut akan dirasakan warga ketika pagi hari dan malam hari.

“Setiap pagi dan malam hari bau pasti muncul. Bau busuk tersebut membuat kepala ngilu,” ungkap warga Dukuh Pakelan RT 1/2, Desa Plesan, Nguter, Sukoharjo, Wagiyem, Sabtu (16/12).

Dikatakan Wagiyem disela-sela menerima bantuan masker dan susu, baru busuk menyengat mulau terasa sekitar pukul 06.30 WIB. Jika menginjak siang hari, bau mulai hilang dan muncul lagi pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB. Saat malam hari, anak-anak pun gelisah karena susah tidur.

Wagiyem mengaku meski sudah memakai masker, bau menyengat tersebut belum bisa hilang sama sekali. Sehingga, masker yang dipakai hanya bisa mengurangi bau saja dan tidak bisa menghilangkan. Wagiyem mengaku kasihan dengan anaknya yang masih kecil jika harus menghirup bau busuk tersebut terus-terusan. Untuk itu, dia berharap PT RUM segera memenuhi tuntutan warga untuk menghilangkan bau busuk tersebut.



Hal senada diungkapkan Koordinator Forum Komunikasi Warga Desa Plesan, Gupit, Celep, Pengkol (PGCP) Ari Suwarno. Menurutnya, selama ini baru yang dirasakan memang sangat menganggu. Warga pun sudah berupaya dengan memakai masker. Namun, masker tersebut tidak bisa menghilangkan bau sama sekali. “Meski sudah pakai masker, bau tetap tembus. Masker hanya bisa mengurangi bau saja,” tandasnya usai menerima bantuan susu dan masker dari Alumni SMKN 1 Angkatan 97, Sabtu (16/12).

Baca Juga : Warga Terdampak Limbah Bau PT RUM Mengadu Bupati

Baca Juga : Teror Bau PT RUM, Kepedulian Mulai Berdatangan

Ari berharap masalah bau limbah dari PT RUM tersebut bisa segera diakhiri. Untuk itu, warga menunggu niat baik dari PT RUM untuk menyelesaikan masalah tersebut. Dirinya dan warga di empat desa lainnya pada prinsipnya menuntut agar PT RUM tidak berproduksi selama bau menyengat belum bisa hilang.

Sedangkan Mantan Kepala Desa Plesan Suwardi menambahkan, saat ini warga sudah mengadukan masalah limbah bau tersebut ke Bupati Sukoharjo. Dia mengaku belum lama ini Dinas Lingkungan Hidup (DLH) juga sudah datang ke lokasi untuk melakukan pengecekan. Hanya saja, DLH masih beralasan harus ada dukungan penelitian dari laboratorium terlebih dahulu terkait limbah yang dihasilkan PT RUM.

“Sebagai orang awam kami tahunya bau busuk hilang. Soal bagaimana upaya dan caranya silahkan PT RUM yang menangani,” tandasnya. (erlano putra)

How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.