Selain Klaten, Kabupaten Wonogiri juga Tutup Pasar Hewan Cegah Penyebaran PMK

Ilustrasi.

Sukoharjonews.com (Wonogiri) – Dalam upaya mencegah penyebaran wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Pemkab Wonogiri menutup sementara operasional pasar hewan ternak di seluruh wilayah Wonogiri. Penutupan operasional pasar hewan ini didasarkan atas Surat Edaran Bupati Wonogiri Nomor 443.39/7914 tanggal 23 Mei 2022 tentang Penutupan Sementara Operasional Pasar Hewan se-Kabupaten Wonogiri.


Penutupan dilakukan selama 14 hari mulai 24 Mei 2022 hingga 6 Juni 2022. Kebijakan ini diambil menyusul temuan kasus suspek PMK pada hewan ternak sapi di Pasar Hewan Kecamatan Pracimantoro. Penutupan pasar hewan juga dilakukan Pemkab Klaten yang menutupnya selama 14 hari mulai 26 Mei ini.

Dikutip dari laman Pemprov Jateng, Kamis (26/5/2022), Bupati Wonogiri Joko Sutopo, mengatakan bahwa penutupan yang dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar kasus PMK tidak menyebar ke wilayah kecamatan lain.

Hal itu mengacu data hingga Rabu (25/5/2022), tercatat telah ditemukan 14 kasus suspek PMK. Setelah dilakukan monitoring, sebanyak 13 hewan ternak yang terinfeksi PMK tersebut bukanlah sapi milik peternak Wonogiri, melainkan sapi dari luar daerah yg dijual di Pasar Hewan Kecamatan Pracimantoro. Sedangkan satu lainnya adalah sapi milik peternak asal Kecamatan Kismantoro.

“Jadi sebanyak 13 sapi yg ditemukan PMK ini, delapan asalnya dari pedagang Boyolali, empat ekor dari pedagang Magetan, satu dari pedagang Donorojo Pacitan. Ini temuannya hari Senin di Pasar Pracimantoro. Kemudian Selasa tim kami melakukan monitoring, ada satu sapi yang terinfeksi milik peternak Kismantoro,” kata Bupati.

Bupati juga telah menginstruksikan kepada tim dari Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan Kabupaten Wonogiri untuk terus melakukan pemantauan aktivitas peternakan di seluruh wilayah Kabupaten Wonogiri selama dua pekan ke depan.

“Yang satu ini sudah kami tangani, kami karantina. Intinya tim sudah siap. Selanjutnya selama penutupan pasar, aktivitas peternakan pun harus terus dipantau, agar tidak terjadi penyebaran kasus PMK di seluruh wilayah Kabupaten Wonogiri,” terangnya.

Selama pasar hewan ditutup, Bupati meminta para camat hingga Kades dan Lurah untuk terus melakukan koordinasi dengan para mantri hewan di daerahnya masing-masing untuk memberi edukasi kepada masyarakat khususnya peternak sapi untuk mengetahui ciri-ciri wabah PMK pada ternak.

Bupati berharap, penutupan operasional pasar ini akan dapat memutus mata rantai penularan PMK.

“Kami mohon dukungan dan doa restu agar penanganan PMK bisa berjalan dengan baik dan Wonogiri bebas dari PMK,” pungkasnya. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.