Ragam  

Plt Bupati Sukoharjo Pimpin Penyaluran Bantuan Rehab RTLH Baznas di Dua Kecamatan

banner 468x60
Plt Bupati Sukoharjo, Eko Sapto Purnomo menyerahkan bantuan rehab RTLH bersama Baznas, Rabu (7/10/2026)

Sukoharjonews.com – Bantuan rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) kembali disalurkan oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sukoharjo. Bantuan disalurkan di dua kecamatan untuk 16 penerima dengan total bantuan mencapai Rp194 juta. Bantuan diserahkan langsung oleh Plt Bupati, Eko Sapto Purnomo.

Untuk 16 penerima tersebut masing-masing berasal dari Kecamatan Mojolaban untuk delapan penerima dan Kecamatan Polokarto delapan penerima.

Dari jumlah tersebut, empat diantara meenerima bantuan renovasi rumah dengan nilai mulai Rp7 juta hingga Rp8 juta. Kemudian tiga orang menerima bantuan sebagai korban kebakaran dengan kisaran Rp10 juta hingga Rp20 juta, dan sisanya menerima bantuan rehab RTLH dengan bantuan mulai Rp10 juta hingga Rp20 juta.

Plt Bupati, Eko Sapto Purnomo menyampaikan, bantuan bersumber dari Baznas dimana bantuan diberikan untuk korban kebakaran, renovasi rumah, dan rehab RTLH. Bantuan diberikan untuk 16 penerima di Kecamatan Mojolaban dan Polokarto.

“Kami harap bantuan tersebut dapat membantu masyarakat mewujudkan hunian yang sehat dan layak. Terima kasih dan apresiasi kepada para muzaki yang telah menyalurkan sebagian rezekinya melalui Baznas,” ujarnya

Eko Sapto menegaskan, pemerintah daerah akan terus berupaya menekan angka kemiskinan ekstrem di Sukoharjo, salah satunya melalui program rehab RTLH. Ia juga membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk Baznas dan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), guna memperluas jangkauan bantuan.

“Targetnya tidak dibatasi setiap tahun. Semakin banyak semakin baik, karena kami ingin persoalan kemiskinan ekstrem di Sukoharjo segera terselesaikan. Tentunya ini tidak bisa dilakukan sendiri, perlu kolaborasi dengan Baznas dan CSR,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Sukoharjo, Sardiyono, menyampaikan bantuan yang disalurkan tersebut sudah melalui proses survei. Hal itu dilakukan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran. Terkait nilai bantuan yang diberikan pun tidak sama karena mengacu pada kondisi penerima saat dilakukan survei.

“Kami survei dulu ke lokasi calon penerima, jika memang memenuhi syarat, bantuan pasti cair dan nilainya disesuaikan dengan kondisi rumah penerima bantuan. Apakah hanya renovasi atau rehab,” ujar Sardiyono. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *