
Sukoharjonews.com – Dulu, kehilangan kunci berarti harus memeriksa setiap bantalan sofa, laci, dan saku jaket di rumah. Kini, Anda bisa memasang pelacak kecil pada kunci, tas, atau dompet, lalu menggunakan ponsel untuk menemukannya
Dilansir dari Gizmochina, Kamis (20/8/2026), Apple mempopulerkan kategori ini melalui AirTag, dan sejak saat itu kita melihat berbagai produsen—baik perusahaan smartphone maupun bukan—meluncurkan perangkat pelacak mereka sendiri. Kini, pasar tersebut kedatangan pemain besar baru. Dalam acara “Made by Google” yang digelar bersamaan dengan peluncuran seri Pixel 11, Google memperkenalkan pelacak barang pertamanya, Pixel Tag. Produk ini akan mulai dijual pada 11 November.
Apple telah menghadirkan AirTag sejak 2021 dan memperbaruinya awal tahun ini, sementara Samsung telah menawarkan Galaxy SmartTag2 sejak 2023. Ketiganya menjalankan fungsi dasar yang sama, namun cara kerjanya sangat bergantung pada ponsel yang Anda gunakan.
Berikut adalah perbandingan antara Google Pixel Tag, Apple AirTag, dan Samsung Galaxy SmartTag2 untuk membantu Anda menentukan pilihan yang paling tepat.
1. Harga dan desain
Ketiga pelacak ini dibanderol dengan harga yang hampir sama. Pixel Tag dijual seharga USD29 atau Rp516 ribuan untuk satu unit atau USD99 atau Rp1,7 jutaan untuk paket berisi empat unit, sama seperti AirTag. Galaxy SmartTag2 dijual seharga USD30 atau Rp533 ribuan untuk satu unit atau USD100 atau Rp1,7 jutaan untuk empat unit.
Secara visual, ketiganya tampak berbeda. AirTag berbentuk cakram bulat kecil dan pipih, dengan ukuran yang mendekati koin besar. Galaxy SmartTag2 berbentuk seperti kapsul dengan lubang cincin logam besar yang terintegrasi di salah satu ujungnya, sehingga bisa langsung dikaitkan ke gantungan kunci tanpa memerlukan casing tambahan. Pixel Tag juga memiliki bodi berbentuk lonjong menyerupai kerikil, dengan dimensi sekitar 46 x 28 x 5,4 mm dan berat kurang dari 12 gram; namun, perangkat ini tidak dilengkapi lubang gantungan bawaan, sehingga Anda kemungkinan memerlukan casing atau wadah khusus untuk memasangnya pada kunci. Untuk saat ini, perangkat ini hanya tersedia dalam satu pilihan warna bernama Fog, yaitu warna abu-abu muda.
Ketiganya menggunakan baterai koin CR2032 yang dapat diganti, sehingga pengguna bisa mengganti baterai saat dayanya habis tanpa perlu membeli pelacak baru.
Google dan Apple menyatakan bahwa pelacak mereka dapat bertahan lebih dari satu tahun dengan satu baterai dalam penggunaan normal. Samsung mengklaim daya tahan baterai hingga 500 hari dalam mode normal, atau hingga 700 hari jika mode hemat daya diaktifkan.
Ketiganya juga memiliki tingkat ketahanan yang serupa. Semuanya mengantongi sertifikasi IP67, yang berarti perangkat ini terlindung dari debu dan mampu bertahan saat terendam air hingga kedalaman sekitar satu meter dalam waktu singkat. Jadi, terkena sedikit hujan atau menyimpan perangkat di dalam tas punggung yang basah seharusnya tidak menjadi masalah.
2. Cara perangkat ini menemukan barang Anda
Setiap pelacak memiliki kelebihan dan/atau kekurangan tersendiri dalam cara kerjanya. Ketiganya menggunakan dua metode utama untuk menemukan barang Anda. Perangkat ini dapat terhubung langsung ke ponsel Anda saat Anda berada di dekatnya, atau memanfaatkan jaringan ponsel lain yang lebih luas untuk melacak keberadaan alat tersebut saat jaraknya jauh.
AirTag terbaru menggunakan teknologi Ultra Wideband (UWB) untuk membantu Anda menemukan barang yang hilang saat Anda berada di dekatnya. iPhone Anda dapat menunjukkan arah yang harus dituju serta jarak menuju pelacak tersebut. Terkait hal ini, fitur Precision Finding (Pencarian Presisi) pada AirTag baru memiliki jangkauan 50% lebih luas dibandingkan generasi sebelumnya, berkat penggunaan cip UWB generasi kedua dari Apple.
Apple juga meningkatkan volume suara speaker AirTag baru sebesar 50%; perusahaan mengklaim suaranya dapat terdengar dari jarak hingga dua kali lebih jauh. Selain itu, saat jarak Anda terlalu jauh untuk koneksi langsung, AirTag memanfaatkan jaringan Find My milik Apple, sehingga perangkat Apple lain di sekitar dapat mendeteksi AirTag yang hilang dan mengirimkan lokasinya secara anonim kepada pemiliknya.
Pixel Tag bekerja dengan cara serupa, namun menggunakan ekosistem Android milik Google. Perangkat ini menggunakan teknologi UWB dan *Bluetooth Channel Sounding* untuk pencarian presisi, meskipun fitur spesifik yang Anda dapatkan bergantung pada perangkat keras dan perangkat lunak ponsel Anda.
UWB menggunakan cip khusus ultra-wideband untuk memberikan informasi jarak dan arah yang lebih akurat, sedangkan Bluetooth Channel Sounding memanfaatkan teknologi Bluetooth yang lebih baru untuk mengukur jarak tanpa memerlukan perangkat keras UWB. Namun, Channel Sounding memerlukan ponsel kompatibel yang menjalankan Android 16 atau versi lebih baru dengan Bluetooth 6.0 atau versi lebih baru, sementara UWB juga mensyaratkan ponsel yang memiliki cip UWB.
Spesifikasi dan Harga Peluncuran Google Pixel Tag
Saat pelacak berada di luar jangkauan koneksi langsung, perangkat akan beralih menggunakan jaringan Find Hub milik Google, yang mengandalkan partisipasi perangkat Android untuk mendeteksi barang yang hilang. Jumlah pengguna ponsel pintar Android jauh lebih besar dibandingkan Apple, dan jaringan yang luas ini bisa menjadi keunggulan utama di tempat-tempat ramai seperti bandara, pusat perbelanjaan, dan jalanan kota. Semakin banyak perangkat Android di sekitar, semakin besar peluang salah satunya akan mendeteksi pelacak Anda yang hilang. Galaxy SmartTag2
Galaxy SmartTag2 dari Samsung juga memadukan teknologi Bluetooth dan UWB. Samsung mengklaim jangkauan Bluetooth hingga 120 meter dalam kondisi ideal. Namun, pelacakan UWB yang paling akurat hanya berfungsi jika ponsel Galaxy Anda dilengkapi dengan chip UWB. Tidak semua ponsel Samsung memilikinya, sehingga beberapa ponsel seri Galaxy A yang lebih terjangkau dan model-model tertentu lainnya tidak akan memberikan pengalaman pelacakan secara penuh.
Untuk menemukan barang yang hilang dari jarak jauh, SmartTag2 menggunakan jaringan SmartThings Find milik Samsung. Berbeda dengan jaringan Google, jaringan ini terbatas pada perangkat Samsung Galaxy saja.
3. Masalah ekosistem
Ini mungkin hal terpenting untuk dipertimbangkan sebelum membeli salah satu pelacak ini. Ketiga pelacak tersebut tidak dapat saling terhubung, dan dua di antaranya sangat bergantung pada merek ponsel tertentu.
Galaxy SmartTag2 memiliki batasan paling ketat. Perangkat ini bekerja dengan ponsel dan tablet Samsung Galaxy melalui aplikasi SmartThings Find. Jika Anda menggunakan Pixel, OnePlus, atau iPhone, Anda tidak dapat menggunakannya sebagai pelacak sehari-hari.
AirTag memiliki batasan serupa di ekosistem Apple. Anda memerlukan iPhone atau iPad untuk pengaturan dan pelacakan rutin. Ponsel Android dapat memindai AirTag yang hilang menggunakan NFC dan melihat informasi kontak pemilik jika Lost Mode (Mode Hilang) diaktifkan, namun pengguna Android tidak mendapatkan pengalaman pelacakan secara penuh.
Pixel Tag lebih fleksibel dan dapat digunakan dengan ponsel Android yang menjalankan Android 9 atau versi lebih baru, meskipun beberapa fitur pencarian canggih memerlukan perangkat keras dan perangkat lunak yang lebih baru. Hal ini memberikan jangkauan yang jauh lebih luas bagi Google dibandingkan Samsung. Namun, perangkat ini tetap tidak dapat berfungsi sebagai pelacak dengan fitur lengkap jika digunakan bersama iPhone.
Jadi, pilihan yang tepat sebenarnya cukup sederhana: AirTag untuk pengguna Apple, Pixel Tag untuk sebagian besar pengguna Android, dan SmartTag2 untuk pengguna Samsung Galaxy. (nano)














Facebook Comments