Ragam  

Penyelenggaraan Haji 2026, Sukoharjo Berangkatkan 747 Jemaah Calon Haji

banner 468x60
Ilustrasi. (Foto: Kemenag)

Sukoharjonews.com – Penyelenggaraan haji 2026, Kabupaten Sukoharjo akan memberangkatkan 747 jemaah calon haji (calhaj) plus empat Petugas Haji Daerah (PHD). Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025 yang mencapai 673 jemaah calhaj.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Kementerian Agama Sukoharjo, Abdul Rochman, menjelaskan kuota yang diterima Kabupaten Sukoharjo tersebut merupakan hasil penetapan dari Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah.

“Sebanyak 747 jemaah calon haji tersebut dibagi ke dalam lima kelompok terbang (kloter), yang terdiri dari empat kloter reguler dan satu kloter terakhir atau yang biasa disebut kloter sapu jagat,” jelasnya, Senin (20/4/2026)

“Kloter 62 sebanyak 33 orang, kloter 63 sebanyak 356 orang, kloter 64 sebanyak 355 orang, kloter 67 sebanyak 1 orang dan kloter 81 sebanyak 6 orang,” sambungnya.

Abdul Rochman merinci, empat kloter reguler tersebut adalah kloter 62, 63, 64, dan 67. Unukt kloter 62,63, 64 dan 67 dijadwalkan berangkat pada tanggal 12 Mei 2026, untuk kloter 62 bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Klaten, sedangkan 67 bergabung jemaah Kabupaten Sragen.

Adapun dua kloter reguler lainnya, yakni kloter 63 dan 64, seluruh jemaahnya berasal dari Kabupaten Sukoharjo tanpa bergabung dengan daerah lain. Sementara itu, satu orang calon haji akan tergabung dalam kloter sapu jagat bersama jemaah dari daerah lain.

Sesuai data Kemenag Sukoharjo, jemaah termuda diketahui berasal dari Kecamatan Baki berusia 21 tahun lebih 7 bulan, sedangkan jemaah tertua berasal dari Kecamatan Kartasura 88 tahun lebih 11 bulan.

“Dalam pelaksanaan ibadah haji nanti, para jemaah akan didampingi oleh empat PHD yang memiliki tugas memberikan pelayanan ibadah, kesehatan, serta layanan umum,” ujarnya.

Pendampingan ini menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar. Menurut Abdul, para petugas haji daerah juga akan memberikan perhatian khusus kepada jemaah dengan risiko kesehatan tinggi, mulai dari keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air.

“Petugas haji daerah akan memberikan perhatian khusus terhadap kondisi calon haji berisiko tinggi sejak pemberangkatan hingga kepulangan ke Tanah Air, terutama dari aspek kesehatan selama berada di Tanah Suci,” tambahnya. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *