Pantau Harga dan Stok Bahan Pokok di Pasar, Bupati: Stok Aman

Menjelang Idul Adha, Bupati Sukoharjo, Etik Suryani bersama Forkopimda memantau harga dan stok barang kebutuhan di pasar tradisional, Rabu (6/7/2022).

Sukoharjonews.com (Kartasura) – Menjelang Idul Adha, sejumlah komoditas kebutuhan pokok masyarakat mengalami kenaikan harga. Namun, secara umum harga kebutuhan stabil dan stok aman menjelang Idul Adha 2022. Hal itu berdasarkan pantauan yang dilaksanakan Bupati Sukoharjo, Etik Suryani di dua pasar tradisional, Rabu (6/7/2022).


Pantauan dilakukan di Pasar Bekonang, Mojolaban dan Pasar Kartasura. Pantauan dilakukan bersama Wakil Bupati, Agus Santosa serta pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). “Dari pantaun di dua pasar, stok barang kebutuhan aman. Kalau harga secara umum stabil meski ada yang mengalami kenaikan harga,” ungkap Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Etik Suryani mengatakan, pemantauan kebutuhan pokok pangan dilakukan untuk mengetahui secara langsung di pedagang dengan mendatangi pasar tradisional. Hasilnya, tidak ditemukan gejolak dan kebutuhan menjelang Idul Adha dipastikan aman.

“Harga relatif stabil dan stok masih tersedia. Yang naik signifikan itu bawang merah dan cabai, kalau yang lain seperti telur, bawang putih, minyak goreng normal,” ujar Etik.

Untuk cabai, ujar Etik, stok masih ada meski tidak banyak. Hal itu dikarenakan pedagang tidak mengambil banyak stok karena takut terjualnya lama karena harga naik. Pasalnya, saat harga naik, masyarakat menurunkan pembeliannya, jika biasanya beli cabai setengah kilogram, saat ini turun jadi dua atau tiga ons saja.

Disinggung untuk harga minyak goreng curah, Etik mengaku harganya berkisar Rp15.000 per liter. Diharapkan jika stok sudah stabil, harga miyak goreng curah bisa sesuai dengan HET, yakni Rp14.000 per liter.


Sedangkan Kapolres Sukoharjo, AKBP Wahyu Nugroho Setyawan yang turut dalam pantauan mengatakan, Polres Sukoharjo bersama penegak hukum lainnya seperti Kejari dan Kodim 0726 Sukoharjo ikut memantau pasar tradisional untuk melihat secara langsung distribusi kebutuhan pokok pangan. Pemantauan juga melihat stok dan harga di pedagang.

“Kami pantau bersama Polsek jajaran terkait harga dan stok bahan pokok. Tidak hanya pangan tapi juga gas dan Bahan Bakar Minyak (BBM). Distribusinya seperti apa, harganya dan stok. Hasilnya semua aman belum ada temuan pelanggaran. Mudah-mudahan tidak ada dan semua kebutuhan masyarakat terpenuhi,” ujarnya.

Polres Sukoharjo akan semakin mengintensifkan pemantauan termasuk melibatkan Satreskrim dan Intel. Hal ini sebagai bentuk pemantauan sekaligus penindakan terhadap pelaku pelanggaran hukum terkait kebutuhan pokok pangan.

“Elpiji 3 kilogram yang merupakan barang pokok masyarakat dan bersubsidi dari pemerintah juga kami pantau. Apalagi menjelang Idul Adha dimana kebutuhan masyarakat kemungkinan meningkat,” tambahnya. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.