
Sukoharjonews.com – Terlalu lama menatap layar atau kurang tidur dapat menyebabkan munculnya lingkaran hitam di bawah mata. Jika Anda mencari solusi sederhana, cobalah menggunakan minyak peppermint untuk mengatasinya.
Dilansir dari Healthshots, Rabu (19/8/2026), entah karena jadwal yang padat, kebiasaan begadang sambil maraton menonton acara favorit, atau tidur yang tidak nyenyak, ada banyak faktor yang bisa memicu munculnya lingkaran hitam. Tentu saja, tidak ada yang ingin bangun tidur dengan mata panda, bukan?
Meskipun kompres es tradisional dapat membantu mengurangi mata bengkak dan lingkaran hitam, minyak peppermint juga bisa menjadi solusi rumahan yang efektif. Minyak ini memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang mampu mengurangi hiperpigmentasi secara efektif, serta memberikan perlindungan dari sinar matahari. Pelajari cara menggunakan minyak peppermint untuk mengatasi lingkaran hitam.
Apa itu lingkaran hitam?
Lingkaran hitam, atau yang juga dikenal sebagai lingkaran hitam periorbital, adalah kondisi umum yang ditandai dengan perubahan warna kulit menjadi lebih gelap di bawah mata. Perubahan warna ini disebabkan oleh menipisnya kulit di bawah mata sehingga pembuluh darah menjadi terlihat jelas; kondisi ini dapat diperparah oleh berbagai faktor, sebagaimana disebutkan dalam sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Cosmetics.
Kulit di bawah mata sangat tipis, sehingga lebih rentan mengalami perubahan warna dan memperlihatkan struktur di bawahnya. Lingkaran hitam bisa tampak sebagai area kulit yang menggelap secara merata atau memiliki rona kebiruan maupun keunguan, tergantung pada warna kulit individu dan penyebab dasarnya, jelas dokter kulit Dr. DM Mahajan.
Apa saja gejala lingkaran hitam?
Berikut adalah beberapa gejala umum lingkaran hitam:
– Perubahan warna: Kulit di bawah mata menjadi lebih gelap, yang bisa tampak sebagai area gelap merata atau memiliki rona kebiruan/keunguan.
– Mata bengkak (puffy eyes): Pembengkakan di bawah mata yang bisa disebabkan oleh retensi cairan, alergi, atau tekanan sinus.
– Pembengkakan: Peningkatan volume di bawah mata, yang bisa disebabkan oleh retensi cairan atau peradangan.
– Kerutan: Garis-garis halus dan kerutan di bawah mata, yang kondisinya bisa diperparah oleh adanya lingkaran hitam.
– Kelelahan mata: Rasa lelah atau tegang pada mata, yang bisa disebabkan oleh penggunaan layar dalam waktu lama atau ketegangan mata.
– Kesulitan berkonsentrasi: Lingkaran hitam bisa menjadi tanda kelelahan atau ketegangan mata yang mendasari, sehingga menyebabkan kesulitan untuk fokus.
Apa penyebab lingkaran hitam?
Penyebab lingkaran hitam dapat dikaitkan dengan kombinasi berbagai faktor:
– Genetika: Lingkaran hitam bisa bersifat turun-temurun dalam keluarga, yang menunjukkan adanya kemungkinan faktor genetik.
– Kurang tidur: Kualitas dan durasi tidur yang buruk dapat menyebabkan mata bengkak dan perubahan warna kulit di bawah mata.
– Alergi: Alergi musiman, tekanan sinus, dan sensitivitas tertentu dapat menyebabkan peningkatan aliran darah dan pembengkakan di bawah mata.
– Kekurangan nutrisi: Asupan nutrisi penting yang tidak memadai, seperti zat besi, vitamin K, dan asam lemak omega-3, dapat berkontribusi pada munculnya lingkaran hitam.
– Konsumsi kafein berlebihan: Asupan kafein yang tinggi dapat menyebabkan dehidrasi, yang dapat memperparah lingkaran hitam.
– Penuaan: Penipisan kulit dan hilangnya lemak di bawah mata dapat membuat lingkaran hitam menjadi lebih terlihat seiring bertambahnya usia.
– Merokok: Merokok dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah, mengurangi aliran darah, dan menyebabkan perubahan warna kulit.
– Penggunaan layar dalam waktu lama: Menatap layar dalam waktu yang lama dapat menyebabkan ketegangan mata, yang berujung pada munculnya lingkaran hitam.
Minyak peppermint untuk lingkaran hitam
Minyak peppermint efektif mengurangi tampilan lingkaran hitam karena alasan berikut:
1. Kaya akan sifat menyejukkan
Minyak esensial peppermint kaya akan sifat menyejukkan yang membantu memberikan sensasi dingin dan segar pada kulit, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam “Journal of Environmental Chemical Engineering”. Minyak ini juga membantu menyempitkan pembuluh darah, sehingga mengurangi pembengkakan dan perubahan warna kulit.
2. Mengurangi peradangan
Peradangan dapat berkontribusi pada munculnya lingkaran hitam. Minyak peppermint memiliki sifat anti-inflamasi, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam “Biomedicine & Pharmacotherapy Journal”. Oleh karena itu, minyak ini dapat membantu mengatasi lingkaran hitam.
3. Sifat antioksidan
Antioksidan dalam minyak peppermint dapat melindungi kulit dari kerusakan akibat faktor lingkungan, menurut sebuah studi yang diterbitkan dalam “Biomedicine & Pharmacotherapy Journal”. Minyak ini juga berpotensi membantu mencegah munculnya lingkaran hitam di masa mendatang.
Bagaimana cara menggunakan minyak peppermint untuk mengatasi lingkaran hitam?
Berikut adalah panduan lengkap mengenai cara penggunaan minyak peppermint untuk lingkaran hitam:
1. Krim mata minyak peppermint
– Campurkan 5-7 tetes minyak peppermint dengan 1 sendok makan minyak kelapa, lalu oleskan di bawah mata sebelum tidur.
– Biarkan semalaman dan bilas dengan air hangat di pagi hari.
2. Kompres mata yang menyejukkan
– Rendam kapas dalam campuran minyak peppermint dan air, lalu tempelkan pada mata selama 5-7 menit.
– Ulangi sesuai kebutuhan.
3. Pijat mata dengan minyak peppermint
– Pijat lembut area bawah mata menggunakan beberapa tetes minyak peppermint dengan gerakan melingkar.
– Fokuskan pada tulang orbital untuk melancarkan sirkulasi darah.
4. Masker mata minyak peppermint
– Campurkan minyak peppermint dengan masker wajah atau oleskan langsung pada area mata, lalu diamkan selama 10-15 menit.
– Bilas dengan air hangat dan keringkan dengan cara ditepuk-tepuk lembut.
5. Roller mata minyak peppermint
– Campurkan minyak peppermint dengan minyak pembawa (carrier oil) dan aplikasikan pada mata menggunakan aplikator rollerball.
– Gulirkan perlahan di bawah mata untuk melancarkan sirkulasi dan mengurangi mata bengkak.
6. Masker mata minyak peppermint dan mentimun
– Iris mentimun dan tempelkan pada mata.
– Teteskan sedikit minyak peppermint di atas irisan mentimun tersebut dan diamkan selama 10-15 menit.
– Bilas dengan air hangat dan keringkan dengan cara ditepuk-tepuk lembut.
Apakah ada efek samping dari minyak peppermint?
Meskipun minyak peppermint umumnya dianggap aman, penggunaannya dapat menimbulkan efek samping seperti:
– Iritasi kulit: Minyak peppermint dapat menyebabkan kemerahan, rasa gatal, dan sensasi terbakar pada kulit sensitif.
– Reaksi alergi: Sebagian orang mungkin memiliki alergi terhadap minyak peppermint, yang dapat memicu reaksi alergi atau dermatitis kontak.
– Iritasi mata: Minyak peppermint dapat menyebabkan iritasi jika terkena langsung pada mata.
Disarankan untuk mengencerkan minyak peppermint dengan minyak pembawa (carrier oil) dan melakukan uji tempel (patch test) terlebih dahulu sebelum menggunakannya untuk mengatasi lingkaran hitam. (nano)














Facebook Comments