
Sukoharjonews.com – iQOO Neo 12 dan OnePlus Ace 7 memiliki banyak kesamaan—mungkin lebih banyak daripada yang Anda bayangkan untuk dua ponsel gaming yang saling bersaing. Keduanya dibekali dengan cip Snapdragon 8 Elite Gen 5, kipas pendingin internal, baterai 9.000 mAh, pengisian daya 100W, serta layar yang mampu mencapai refresh rate 185Hz. Keduanya juga diluncurkan dengan selisih waktu hanya satu hari, sehingga perbandingan di antara keduanya hampir tak terelakkan.
Dilansir dari Gizmochina, Rabu (4/11/2026), namun, kesamaan tersebut mulai memudar saat kita melihat lebih jauh dari spesifikasi utama yang ditonjolkan. iQOO Neo 12 hadir dengan layar 2K yang lebih tajam dan opsi penyimpanan 1TB, sementara OnePlus Ace 7 mengunggulkan kamera utama 200MP dan panel layar LTPO. Sistem pendingin yang digunakan pun berbeda, begitu pula dengan aspek bobot, ketahanan terhadap air, dan fitur-fitur khusus untuk bermain gim.
Jadi, perangkat mana yang benar-benar memberikan nilai lebih untuk uang Anda? iQOO Neo 12 diluncurkan di Tiongkok pada 28 Oktober, disusul oleh OnePlus Ace 7 pada 29 Oktober. Berikut adalah perbandingan antara keduanya, mulai dari layar dan performa hingga daya tahan baterai, kamera, dan aspek lainnya.
1. Ukuran kedua ponsel ini ternyata lebih mirip daripada yang Anda kira
Tidak satu pun dari ponsel ini tergolong kecil, namun dimensi keduanya ternyata sangat mirip. iQOO Neo 12 memiliki ukuran 163,42 x 75,89 mm, sedangkan OnePlus Ace 7 berukuran 162,30 x 77,37 mm. OnePlus sedikit lebih pendek, namun sekitar 1,5 mm lebih lebar.
Tergantung pada pilihan warnanya, ketebalan Neo 12 berkisar antara 8,50 mm hingga 8,67 mm, sementara OnePlus memiliki ketebalan antara 8,50 mm hingga 8,59 mm. Demikian pula, iQOO Neo 12 memiliki bobot antara 225g hingga 229g, dibandingkan dengan OnePlus Ace 7 yang berkisar antara 217g hingga 223g.
Aspek desainnya sedikit lebih menarik. OnePlus menggunakan bingkai aluminium dan kaca Oppo Crystal Shield di bagian depan. Varian Midnight Black dan Glossy White memiliki bagian belakang berbahan serat kaca (fiberglass), sementara varian Tempered Fire menggunakan bagian belakang berbahan kaca dengan sentuhan akhir *sandblasted* (kasar seperti pasir) serta bingkai logam dengan gradasi warna.
iQOO menghadirkan pilihan warna Shadow Black, Frostblade Blue, dan Contender. Versi Contender memiliki efek cahaya yang berubah saat ponsel dimiringkan, sehingga memberikan tampilan berbeda tergantung pada sudut pandangnya.
OnePlus memiliki daftar sertifikasi ketahanan air yang lebih lengkap. Ace 7 mengantongi sertifikasi IP66, IP68, IP69, dan IP69K, sedangkan Neo 12 memiliki sertifikasi IP68 dan IP69. iQOO juga menyatakan bahwa komponen kipas pendinginnya telah lolos pengujian IPX8 dan IPX9.
2. Layar: Resolusi 2K atau LTPO?
Ini adalah salah satu perbedaan yang cukup signifikan antara kedua ponsel tersebut. iQOO Neo 12 dilengkapi layar AMOLED 6,83 inci dengan resolusi 3200 x 1440 dan kerapatan 514 PPI. Layar ini jauh lebih tajam dibandingkan panel 2772 x 1272 pada OnePlus Ace 7, yang berukuran 6,78 inci dengan kerapatan piksel 450 PPI.
Dari segi jumlah total piksel, perbedaannya adalah sekitar 4,6 juta dibandingkan 3,5 juta. Kedua panel layar mampu mencapai “refresh rate” 185Hz, sehingga tidak ada keunggulan di antara keduanya dalam hal “refresh rate” maksimum untuk gim yang mendukungnya.
OnePlus memiliki fitur yang belum dikonfirmasi oleh iQOO, yaitu teknologi LTPO. Layar Ace 7 dapat menyesuaikan “refresh rate” hingga serendah 1Hz dan mencapai 165Hz dalam penggunaan sehari-hari, dengan kemampuan mencapai 185Hz saat bermain gim. Hal ini memberikan fleksibilitas lebih saat layar tidak perlu sering melakukan penyegaran (refresh).
Angka tingkat kecerahannya pun cukup mirip. iQOO mengeklaim tingkat kecerahan puncak layar penuh sebesar 2.200 nit, sementara OnePlus mencantumkan angka puncak 2.000 nit dengan kecerahan maksimum standar sebesar 1.000 nit. Panel layar OnePlus juga mendukung peredupan PWM 3840Hz dan telah mengantongi sertifikasi TÜV Rheinland Smart Eye Comfort 6.0.
iQOO pun tidak melupakan fitur perlindungan mata. Neo 12 dilengkapi dengan teknologi cahaya terpolarisasi sirkular 2.0 (circularly polarized light 2.0), sertifikasi perlindungan mata dari TÜV Rheinland, serta fitur layar tidur (sleep screen) dengan tingkat kecerahan 1 nit. Namun, pihak perusahaan belum mengonfirmasi apakah layarnya mendukung teknologi LTPO, sehingga kita tidak bisa membandingkan secara langsung seberapa efisien kedua panel tersebut dalam menangani laju penyegaran (refresh rate) yang lebih rendah.
Jika ketajaman layar menjadi prioritas Anda, iQOO lebih unggul. Di sisi lain, OnePlus menawarkan rentang laju penyegaran yang lebih fleksibel, yang dapat membantu menghemat konsumsi daya dalam penggunaan sehari-hari.
3. Performa dan bermain gim
Kedua ponsel ini ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5 dari Qualcomm—sebuah cip 3nm yang memiliki dua inti dengan kecepatan sekitar 4,6 GHz serta enam inti performa. Pemrosesan grafis ditangani oleh GPU Adreno 840, sementara memori LPDDR5X Ultra dan penyimpanan UFS 4.1 masing-masing berfungsi sebagai RAM dan penyimpanan internal.
Namun, ada sedikit catatan mengenai perangkat OnePlus ini. Ace 7 menggunakan Snapdragon 8 Elite Gen 5 V Series (SM8850-1-AB), bukan versi standar seperti yang ditemukan pada iQOO Neo 12. Pihak OnePlus menyatakan bahwa kedua cip tersebut memiliki arsitektur yang sama. Laporan mengenai ponsel lain menyebutkan bahwa seri V merupakan versi yang telah diseleksi (binned) dengan GPU yang lebih kecil, tetapi OnePlus mencantumkan nama yang sama, yaitu Adreno 840, dengan kecepatan clock 1,2 GHz.
Perbedaan lainnya terletak pada cip khusus untuk kebutuhan gim. iQOO menyertakan cip Q3 yang menangani fitur “ray tracing”, “super resolution”, dan “frame interpolation”. Perusahaan tersebut mengklaim bahwa Neo 12 mampu menjalankan gim yang mendukung fitur-fitur tersebut pada resolusi 2K dengan “frame rate” 185 fps.
Sementara itu, OnePlus membagi tugas-tugas tersebut ke dalam tiga cip terpisah: cip T3 untuk respons sentuhan, cip G3 untuk jaringan, dan cip P4 untuk tampilan layar. Cip T3 diklaim mampu meningkatkan akurasi sentuhan sebesar 24%.
Angka “touch sampling rate” (tingkat pengambilan sampel sentuhan) juga menarik untuk dibandingkan. iQOO mencantumkan angka 5.000 Hz untuk “instantaneous touch sampling rate” dan 500 Hz untuk penggunaan multi-jari. OnePlus tidak memberikan angka untuk “instantaneous sampling rate”, namun untuk penggunaan multi-jari, angkanya mencapai 520 Hz. Ace 7 juga memiliki “gyroscope sampling rate” sebesar 800 Hz saat dalam mode gim, dibandingkan dengan 500 Hz pada Neo 12.
Terkait dukungan gim, kedua merek ini memberikan janji yang serupa. iQOO menyatakan bahwa lebih dari 50 judul gim mendukung “gameplay” 185 fps secara “native” di Neo 12, sedangkan OnePlus mencantumkan hampir 40 judul.
Kedua perusahaan juga telah memublikasikan hasil pengujian dari sesi bermain gim selama satu jam. OnePlus menyebutkan bahwa Ace 7 mencatat rata-rata sekitar 184 hingga 185 fps saat memainkan “Delta Force” selama satu jam. Di sisi lain, iQOO mengeklaim bahwa Neo 12 mampu mempertahankan rata-rata 185 fps dalam gim “Call of Duty: Mobile” untuk durasi yang sama.
Meskipun hasil tersebut terlihat impresif di atas kertas, perlu dicatat bahwa gim yang dimainkan serta kondisi pengujiannya tidaklah identik. Kita perlu melihat bagaimana performa kedua ponsel tersebut saat menjalankan gim yang sama sebelum dapat menyimpulkan perangkat mana yang lebih baik dalam menangani sesi bermain gim yang panjang.
4. Sistem pendingin
Kehadiran kipas internal pada ponsel pintar merupakan fitur yang cukup tidak lazim, dan kedua perusahaan telah mencurahkan upaya besar dalam merancang perangkat keras pendukungnya. Meski demikian, sistem yang digunakan oleh keduanya tidaklah identik.
iQOO Neo 12 dilengkapi dengan kipas berukuran 17 x 17 mm yang memiliki tiga mode: senyap (low noise), cerdas (intelligent), dan kecepatan tinggi (high speed). Pada pengaturan tertinggi, kipas ini mampu mengalirkan udara hingga 9.770 cm³ per menit. Selain itu, terdapat “vapor chamber” 3D untuk menangani panas tambahan; iQOO mengeklaim sistem ini memberikan peningkatan pembuangan panas sebesar 15% dibandingkan dengan model Neo 11.
Sementara itu, OnePlus menggunakan sistem yang lebih kompleks yang disebut “Dual-Path Glacier Air-Cooling System”. Sistem ini memiliki dua jalur aliran udara terpisah: satu jalur mengarahkan udara melewati tumpukan sirip pendingin 14 lapis yang ditempatkan tepat di dekat cip, dengan luas area pertukaran panas mencapai 1.264 mm².
Jalur lainnya mengalirkan udara sejuk ke arah penutup bagian belakang ponsel, sehingga area yang bersentuhan langsung dengan tangan pengguna tidak menjadi terlalu panas. OnePlus menyatakan bahwa bilah kipas yang melengkung ke belakang mampu menghasilkan aliran udara 40% lebih besar pada tingkat kebisingan yang sama. Tersedia pula “vapor chamber” 6K yang diklaim mampu meningkatkan efisiensi pembuangan panas sebesar 40%.
Masalah debu juga menjadi perhatian saat ponsel dilengkapi dengan kipas internal. OnePlus menyatakan bahwa Ace 7 memiliki struktur kipas tahan debu yang telah lolos pengujian selama 24 jam—tiga kali lebih lama dari standar pengujian delapan jam pada umumnya.
Perusahaan tersebut juga mengeklaim bahwa area di sekitar cip tetap lebih dingin hingga 10 derajat Celsius setelah digunakan bermain gim selama satu jam pada kecepatan 185 fps dengan kipas yang menyala. Di sisi lain, iQOO belum membagikan perbandingan suhu serupa, meskipun mereka menyatakan bahwa sistem pendingin pada Neo 12 mampu menjaga performa tetap stabil di bawah beban kerja yang berat.
Sulit untuk menentukan sistem mana yang lebih unggul tanpa melakukan pengujian langsung pada kedua ponsel tersebut. OnePlus telah membagikan detail lebih lanjut mengenai perangkat keras pendinginnya, namun hal itu tidak serta-merta berarti kinerjanya lebih baik daripada sistem yang dimiliki iQOO.
5. Baterai dan pengisian daya
Kedua ponsel ini memiliki kapasitas baterai tipikal sebesar 9.000 mAh, angka yang sangat besar bahkan untuk standar ponsel gaming saat ini. Meski demikian, kapasitas terukurnya sedikit berbeda. iQOO Neo 12 dibekali baterai 8.820 mAh dengan daya 32,90 Wh, sementara OnePlus Ace 7 memiliki baterai 8.775 mAh dengan daya 32,74 Wh.
Perbedaannya tergolong kecil, sehingga daya tahan baterai kemungkinan besar akan lebih dipengaruhi oleh layar, perangkat lunak, dan sistem pendingin dibandingkan selisih 45 mAh tersebut.
Teknologi baterainya pun berbeda. iQOO menggunakan teknologi anoda silikon generasi kelima dan mengeklaim bahwa baterainya mampu mempertahankan setidaknya 80% kapasitasnya setelah 1.150 siklus pengisian daya. Sementara itu, OnePlus menggunakan baterai silikon-karbon dengan kepadatan energi sebesar 929Wh/L.
Mengenai daya tahan baterai, kedua perusahaan telah membagikan angka-angka yang mengesankan, namun pengujian yang mereka lakukan tidak dapat dibandingkan secara langsung. iQOO mengeklaim daya tahan hingga 29,9 jam untuk pemutaran video pendek dan sekitar 10 jam untuk bermain gim pada 185fps. OnePlus melaporkan daya tahan hingga 23,98 jam untuk pemutaran video pada 120Hz dan 6,82 jam untuk bermain “Peacekeeper Elite” pada 185fps.
Keduanya mendukung pengisian daya kabel 100W. OnePlus menyatakan bahwa pengisi daya bawaannya dapat mengisi daya Ace 7 hingga 58% dalam waktu 30 menit, dengan kipas yang menyala dan layar dalam kondisi mati. iQOO belum memberikan informasi mengenai waktu pengisian daya yang setara.
Kedua ponsel ini juga dilengkapi dengan fitur “bypass charging”, yang memungkinkan pengguna bermain gim sembari tetap terhubung ke pengisi daya tanpa harus terus-menerus mengisi daya baterai. OnePlus bahkan menyertakan cip pengisian daya khusus yang diklaim mampu menjaga performa tetap stabil meskipun tingkat baterai sudah rendah.
iQOO Neo 12 memiliki satu fitur pengisian daya tambahan, yaitu pengisian daya balik (reverse charging) melalui OTG. Fitur ini tidak tercantum pada spesifikasi OnePlus Ace 7. Keduanya tidak mendukung pengisian daya nirkabel.
6. Kamera
OnePlus Ace 7 memiliki angka spesifikasi kamera yang lebih besar. Kamera utamanya beresolusi 200MP dengan sensor berukuran 1/1,56 inci, bukaan f/1.8, dan fitur OIS. Tersedia pula kamera “ultra-wide” 8MP dengan sudut pandang 112 derajat.
Kamera utamanya mendukung perbesaran (zoom) 1x, 2x, dan 4x, serta perbesaran digital hingga 20x. Perekaman video dapat dilakukan hingga resolusi 4K pada 120fps atau 8K pada 30fps, serta tersedia dukungan untuk foto format RAW.
iQOO Neo 12 dilengkapi kamera utama 50MP dengan sensor Sony IMX921, ukuran sensor 1/1,56 inci, bukaan f/1,88, dan fitur OIS. Kamera sekundernya berupa lensa ultra-lebar 8MP.
iQOO mampu merekam video 8K dan menyediakan mode potret dengan pilihan panjang fokus 23mm, 35mm, dan 50mm. Kedua ponsel ini memiliki kamera swafoto 16MP, dengan bukaan f/2,45 pada iQOO dan f/2,4 pada OnePlus.
Tidak satu pun dari kedua ponsel ini memiliki kamera telefoto khusus, sehingga opsi zoom bergantung pada sensor utama. OnePlus Ace 7 Pro memang memiliki kamera telefoto, namun model tersebut merupakan perangkat yang berbeda.
Sensor 200MP memberikan keunggulan resolusi bagi OnePlus, tetapi jumlah megapiksel saja tidak menentukan ponsel mana yang menghasilkan foto lebih baik. Kualitas gambar dan pemrosesan sensor memerlukan perbandingan kamera secara menyeluruh.
7. Perangkat lunak dan konektivitas
iQOO Neo 12 menjalankan OriginOS 7 berbasis Android 17, sementara OnePlus Ace 7 hadir dengan ColorOS 17. Keduanya memiliki fitur perangkat lunak tambahan masing-masing, dengan tingkat daya tarik yang bervariasi.
iQOO menyertakan emulator gim PC yang dapat digunakan bersama pengontrol (gamepad) G1. Pengontrol ini dijual terpisah, namun memberikan opsi tambahan bagi pengguna Neo 12 yang ingin memainkan gim PC di ponsel mereka.
OnePlus menawarkan jenis fitur tambahan yang berbeda. Ace 7 mendukung konektivitas dengan perangkat Apple, termasuk penerusan panggilan dan pesan dari iPhone, serta konektivitas dengan Apple Watch melalui aplikasi dari OPPO. Fitur ini tentu bermanfaat jika Anda menggunakan iPhone atau Apple Watch bersamaan dengan ponsel Android Anda.
Perangkat keras konektivitas lainnya sebagian besar sama. Kedua ponsel ini dilengkapi dengan Wi-Fi 7, Bluetooth 5.4, NFC, pemancar inframerah (IR blaster), speaker ganda, dan pemindai sidik jari ultrasonik. iQOO Neo 12 juga mendukung fitur buka kunci dengan wajah (face unlock).
Dukungan audio Bluetooth-nya sedikit berbeda. iQOO mencantumkan LDAC, aptX Lossless, dan LHDC 5.0, sementara OnePlus mencantumkan BLE Audio.
8. Memori, penyimpanan, dan harga
Kedua ponsel ini hadir dengan RAM mulai dari 12GB dan tersedia pilihan RAM 16GB, namun iQOO menawarkan lebih banyak opsi kapasitas penyimpanan kepada pembeli.
Neo 12 hadir dalam konfigurasi penyimpanan 256GB, 512GB, dan 1TB. OnePlus memiliki empat opsi: 12GB+256GB, 16GB+256GB, 12GB+512GB, dan 16GB+512GB. Tidak ada versi 1TB untuk Ace 7.
iQOO juga telah mengumumkan harga Neo 12 untuk pasar China. Model 12GB+256GB dibanderol mulai dari 4.399 yuan atau Rp1,9 jutaan, sedangkan versi 16GB+256GB seharga 4.799 yuan atau Rp13 jutaan. Model 12GB+512GB dihargai 5.099 yuan atau Rp13,8 jutaan, dan versi 16GB+512GB seharga 5.499 yuan atau Rp14,9 jutaan. Model tertinggi dengan RAM 16GB dan penyimpanan 1TB dijual seharga 6.499 yuan atau Rp17,6 jutaan.
OnePlus belum mencantumkan harga untuk Ace 7 dalam lembar spesifikasi resminya, sehingga perbandingan harga antara keduanya belum dapat diketahui.
9. Mana yang sebaiknya Anda beli?
iQOO Neo 12 dan OnePlus Ace 7 memiliki spesifikasi yang cukup setara, sehingga tidak ada pemenang yang jelas jika hanya melihat spesifikasi utamanya saja. iQOO hadir dengan layar 2K yang lebih tajam, tingkat kecerahan layar penuh yang diklaim lebih tinggi, “touch sampling rate” instan sebesar 5.000Hz, serta opsi penyimpanan 1TB. Perangkat ini juga menggunakan prosesor Snapdragon 8 Elite standar, bukan versi seri V.
Sementara itu, OnePlus Ace 7 memiliki bobot yang lebih ringan, kamera utama 200MP dengan kemampuan perekaman 4K 120fps, layar LTPO, dan ketahanan terhadap air yang lebih baik. Fitur konektivitas dengan perangkat Apple menjadi keunggulan tambahan jika Anda sudah menggunakan iPhone atau Apple Watch.
Aspek pendinginan dan daya tahan baterai dapat membuat perbandingan ini semakin menarik, namun kita perlu menguji kedua ponsel tersebut untuk menentukan mana yang lebih baik dalam menangani sesi bermain gim yang panjang. Faktor harga juga akan berpengaruh, terutama karena OnePlus belum mengumumkan harga untuk Ace 7.
Untuk saat ini, iQOO Neo 12 unggul dalam hal resolusi layar dan kapasitas penyimpanan, sedangkan OnePlus Ace 7 menawarkan kamera utama dengan resolusi lebih tinggi, bodi yang lebih ringan, serta fitur konektivitas tambahan. (nano)












Facebook Comments