
Sukoharjonews.com – Huawei Mate 90 Pro Max dan Xiaomi 18 Pro Max menyasar konsumen yang menginginkan layar premium, kamera canggih, dan performa kelas atas, namun keduanya mengusung pendekatan yang berbeda. Huawei berfokus pada teknologi layar mutakhir, kemampuan fotografi zoom yang serbaguna, serta konektivitas satelit. Di sisi lain, Xiaomi mengandalkan chipset kelas atas
Snapdragon, baterai berkapasitas lebih besar, dan layar sekunder di bagian belakang.
Dilansir dari Gizmochina, rabu (21/10/2026), perbandingan ini mencakup aspek fleksibilitas kamera, preferensi perangkat lunak, daya tahan baterai, dan nilai keseluruhan.
1. Desain dan Layar
Konstruksi dan Kualitas Fisik
Huawei Mate 90 Pro Max memadukan Kunlun Glass 3, bingkai aluminium, dan bagian belakang berbahan plastik yang diperkuat serat kaca. Perangkat ini memiliki sertifikasi IP68/IP69 yang memberikan perlindungan ekstra terhadap debu, perendaman air, serta semprotan air bertekanan tinggi. Xiaomi 18 Pro Max menggunakan Dragon Crystal Glass 3 dan bingkai aluminium, dengan perlindungan IP68. Huawei menawarkan ketahanan air yang lebih tangguh, sementara konstruksi kaca premium pada Xiaomi tetap menghadirkan pengalaman perangkat kelas atas yang elegan. Keduanya sama-sama mengutamakan daya tahan, meski Huawei sedikit lebih unggul di atas kertas.
Kualitas Layar
Kedua ponsel ini dilengkapi layar LTPO berukuran 6,9 inci dengan refresh rate 120Hz, yang menjamin pengalaman gulir (scrolling) yang mulus dan animasi yang lancar. Panel OLED dua lapis pada Huawei diklaim mampu mencapai tingkat kecerahan puncak hingga 12.000 nit dalam kondisi tertentu—jauh melampaui angka 4.000 nit pada Xiaomi. Sebagai gantinya, Xiaomi menghadirkan dukungan untuk Dolby Vision, HDR10+, dan kemampuan menampilkan 68 miliar warna. Huawei tampak lebih unggul dalam hal kecerahan ekstrem, sementara Xiaomi menawarkan dukungan format HDR yang lebih luas serta layar sekunder berukuran 2,9 inci yang fungsional.
Putusan
Huawei unggul dalam aspek kecerahan layar dan ketahanan terhadap air, sedangkan Xiaomi menawarkan kompatibilitas HDR yang lebih kaya dan layar sekunder yang serbaguna. Keduanya sama-sama menyuguhkan pengalaman visual kelas premium.
2. Spesifikasi dan Baterai
Performa
Xiaomi 18 Pro Max menjalankan sistem operasi Android 17 dengan antarmuka HyperOS 4, serta ditenagai oleh chipset Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dari Qualcomm yang dipadukan dengan pengolah grafis Adreno 850. Platform 2nm modern yang digunakannya menjanjikan performa tangguh untuk gim yang berat, multitasking, dan beban kerja kecerdasan buatan (AI). Huawei mengandalkan Kirin 9050 atau Kirin 9050 Pro serta sistem operasi HarmonyOS 7.0.
Namun, tanpa hasil tolok ukur (benchmark) yang sebanding, perbedaan performa yang pasti belum dapat ditentukan. Xiaomi tetap menjadi pilihan yang lebih menarik bagi pembeli yang mengutamakan kompatibilitas aplikasi Android dan dukungan gim berbasis Snapdragon yang sudah mapan, dengan catatan ketersediaan perangkat lunak bergantung pada wilayah masing-masing.
Baterai dan Pengisian Daya
Xiaomi menyematkan baterai silikon-karbon berkapasitas 8.500 mAh, jauh lebih besar dibandingkan baterai 6.800 mAh milik Huawei. Keduanya mendukung pengisian daya kabel 100W dan nirkabel 50W, meskipun durasi pengisian daya yang sebenarnya bergantung pada implementasi teknisnya. Huawei menambahkan fitur pengisian daya balik (reverse charging) melalui kabel sebesar 18W, sementara Xiaomi mendukung pengisian daya balik nirkabel sebesar 27W untuk aksesori yang kompatibel.
Kapasitas baterai Xiaomi yang lebih besar seharusnya memberikan keunggulan daya tahan yang signifikan, terutama untuk bermain gim, navigasi, dan konsumsi media dalam durasi lama. Huawei memang tetap menawarkan kapasitas yang cukup besar, namun kombinasi antara ukuran baterai dan kemampuan berbagi daya secara nirkabel pada Xiaomi menjadikannya lebih serbaguna.
Putusan
Xiaomi unggul dalam hal kapasitas baterai, potensi untuk bermain gim, dan fleksibilitas perangkat lunak. Huawei tetap kompetitif dengan fitur pengisian daya cepatnya, tetapi Xiaomi menawarkan paket perangkat keras yang lebih tangguh secara keseluruhan.
3. Kamera
Lensa Utama dan Sekunder
Huawei memadukan kamera utama 50 MP dengan bukaan (aperture) yang dapat diatur, lensa telefoto periskop 200 MP dengan kemampuan zoom optik 4x, serta kamera ultra-lebar 40 MP. Bukaan yang dapat diatur memberikan kontrol eksposur tambahan, sementara sistem telefotonya menonjolkan subjek yang berada di kejauhan. Sebagai tandingan, Xiaomi menghadirkan kamera utama 200 MP, lensa telefoto periskop 200 MP dengan zoom optik 3,2x, dan kamera ultra-lebar 50 MP. Penggunaan optik Leica, kemampuan perekaman video tingkat lanjut, serta dukungan untuk pengambilan gambar resolusi 8K memberikan fleksibilitas yang tinggi bagi Xiaomi.
Jangkauan optik Huawei yang lebih jauh sangat menarik untuk fotografi perjalanan, sementara sensor utama beresolusi tinggi dan kamera ultra-lebar pada Xiaomi menawarkan kombinasi yang mumpuni untuk berbagai kondisi pemotretan. Kualitas gambar yang sesungguhnya akan bergantung pada pemrosesan perangkat lunak dan pengujian lebih lanjut.
Kamera Selfie
Huawei menggunakan kamera selfie ultrawide 13MP dengan autofokus dan sensor TOF 3D untuk keperluan pendeteksian kedalaman serta fungsi biometrik. Kamera ini mendukung perekaman 4K dan video HDR Vivid. Di sisi lain, Xiaomi menawarkan kamera depan 50MP dengan autofokus, kemampuan perekaman 4K hingga 60fps, serta dukungan HDR10+. Resolusi yang lebih tinggi memberikan fleksibilitas lebih bagi Xiaomi untuk menghasilkan selfie yang mendetail serta kualitas panggilan video yang tajam, sementara sudut pandang ultrawide pada Huawei lebih ideal untuk foto selfie grup. Spesifikasi kamera depan yang lebih unggul menjadikan Xiaomi pilihan yang lebih menarik bagi para pembuat konten yang sering merekam diri mereka sendiri.
Putusan
Xiaomi unggul dalam hal resolusi selfie dan fleksibilitas video, sedangkan Huawei menawarkan kemampuan zoom optik yang lebih jauh serta kamera utama dengan bukaan (aperture) yang dapat diatur. Keduanya sama-sama dibekali fitur yang mumpuni untuk kebutuhan fotografi serius.
4. Harga
Huawei Mate 90 Pro Max dibanderol dengan harga sekitar USD1.400 atau Rp25,2 jutaan, yang menempatkannya dengan mantap di kategori ponsel unggulan (flagship) premium. Sementara itu, Xiaomi 18 Pro Max dihargai sekitar USD1.200 atau Rp21,6 jutaan berdasarkan estimasi yang tersedia. Angka-angka ini menunjukkan perbedaan harga yang bergantung pada mata uang: Xiaomi lebih murah dalam hitungan dolar, namun lebih mahal dalam mata uang rupee. Pajak regional, bea impor, konfigurasi penyimpanan, dan ketersediaan resmi dapat memengaruhi harga ritel akhir secara signifikan.
Oleh karena itu, pembeli sebaiknya membandingkan daftar harga lokal untuk konfigurasi memori yang setara sebelum mengambil keputusan. Harga premium Huawei mencerminkan perangkat keras layar dan kamera yang canggih, sedangkan harga Xiaomi didukung oleh platform Snapdragon, baterai berkapasitas besar, dan sistem pencitraan yang serbaguna.
Apakah harganya sepadan?
Huawei menawarkan perangkat keras yang menarik bagi penggemar layar serta fotografer yang mengutamakan kemampuan zoom jarak jauh dan fotografi dengan bukaan (apertur) variabel. Namun, kompatibilitas HarmonyOS dan ketersediaan aplikasi perlu dipertimbangkan dengan cermat di pasar luar China. Xiaomi menghadirkan platform Snapdragon yang lebih baru, baterai lebih besar, kamera swafoto beresolusi tinggi, dan fitur video yang lengkap. Nilai jualnya lebih kuat bagi pengguna yang mencari kemampuan ponsel unggulan yang menyeluruh, dengan catatan bahwa layanan Google dan dukungan jaringan lokal tersedia di wilayah tersebut. Harga dari kedua perangkat ini tidak boleh dinilai hanya berdasarkan spesifikasinya saja.
Putusan
Xiaomi menawarkan nilai perangkat keras keseluruhan yang lebih baik pada harga dalam dolar, sementara Huawei membenarkan harga premiumnya melalui teknologi layar dan fleksibilitas kamera. Pastikan untuk memeriksa harga lokal sebelum melakukan pembelian.
Disclaimer:
Harga yang tercantum merupakan estimasi dan dapat bervariasi tergantung pada negara, wilayah, waktu peluncuran, serta pajak yang berlaku. Selalu periksa apakah harga yang tertera ditujukan untuk unit versi Tiongkok atau varian global/internasional sebelum membeli.
5. Kesimpulan
Huawei Mate 90 Pro Max menonjol dengan layar OLED dua lapis (dual-layer), tingkat kecerahan puncak yang diklaim mencapai 12.000 nit, kamera utama dengan bukaan variabel, zoom optik 4x, perlindungan IP68/IP69, serta dukungan untuk panggilan dan pesan satelit (khusus di China). Xiaomi 18 Pro Max hadir dengan chipset Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6, baterai silikon-karbon berkapasitas 8.500 mAh, dua kamera belakang 200 MP, kamera swafoto 50 MP, serta layar tambahan di bagian belakang yang fungsional. Perangkat ini juga mendukung perekaman video 8K dan fitur pengambilan gambar Dolby Vision yang canggih.
Huawei sangat menarik bagi pengguna yang mengutamakan inovasi layar dan fotografi jarak jauh, sementara Xiaomi menawarkan paket yang lebih lengkap untuk kebutuhan bermain gim, pembuatan konten, dan produktivitas sehari-hari. Preferensi perangkat lunak dan ketersediaan di wilayah tertentu tetap menjadi pertimbangan penting, terutama bagi pembeli Huawei yang bergantung pada layanan Google.
Kesimpulan Akhir
Pemenang: Xiaomi 18 Pro Max. Dengan baterai yang lebih besar, platform Snapdragon, dua kamera 200 MP, spesifikasi kamera swafoto yang lebih unggul, serta layar belakang, perangkat ini menghadirkan paket ponsel kelas atas (flagship) yang lebih serbaguna. Huawei tetap menjadi alternatif yang sangat baik bagi penggemar teknologi layar dan fotografi dengan kemampuan zoom, namun Xiaomi unggul secara keseluruhan dalam hal fleksibilitas perangkat keras dan kepraktisan penggunaan sehari-hari.
FAQ: Huawei Mate 90 Pro Max vs. Xiaomi 18 Pro Max
1. Ponsel mana yang memiliki kamera lebih baik, Huawei Mate 90 Pro Max atau Xiaomi 18 Pro Max?
Huawei menawarkan zoom optik 4x dan bukaan (aperture) yang dapat diatur, sementara Xiaomi mengandalkan dua kamera belakang 200 MP dan kemampuan perekaman video yang canggih.
2. Apakah Xiaomi 18 Pro Max lebih baik untuk bermain gim dibandingkan Huawei Mate 90 Pro Max?
Xiaomi lebih unggul untuk bermain gim berkat chipset Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan GPU Adreno 850.
3. Ponsel mana yang memiliki daya tahan baterai lebih baik?
Baterai 8.500 mAh pada Xiaomi memiliki kapasitas lebih besar dibandingkan baterai 6.800 mAh pada Huawei, yang berarti daya tahannya kemungkinan lebih baik dalam penggunaan yang setara.
4. Ponsel mana yang menawarkan nilai lebih baik untuk harganya?
Xiaomi menawarkan perangkat keras kelas atas yang kompetitif dengan harga yang ditawarkan, sementara Huawei lebih menarik bagi pembeli yang memprioritaskan teknologi layar dan kemampuan zoom.
5. Sebaiknya pilih Huawei Mate 90 Pro Max atau Xiaomi 18 Pro Max?
Pilihlah Xiaomi jika Anda mengutamakan performa gim, kapasitas baterai, dan fitur-fitur yang serbaguna. Pertimbangkan Huawei jika Anda lebih mengutamakan teknologi layar yang canggih dan kemampuan zoom optik yang lebih jauh.
Disclaimer: Harga, spesifikasi, dan ketersediaan dapat berbeda-beda tergantung wilayah dan pengecer. Rekomendasi dalam artikel ini didasarkan pada opini redaksi, nilai berdasarkan fitur, serta posisi pasar pada saat penulisan. Pembaca disarankan untuk melakukan riset mandiri sebelum melakukan pembelian. (nano)














Facebook Comments