[HOAKS] Vaksin PCV Meningkatkan Risiko Penularan Pneumonia dan Kematian

banner 468x60
Hoaks vaksin PCV meningkatkan risiko penularan pneumonia dan kematian. (Foto: Komdigi)

Sukoharjonews.com – Sebuah unggahan berupa hoaks beredar di media sosial Instagram. Unggahan menarasaikan dan mengeklaim vaksin pneumonia atau PCV meningkatkan risiko pneumonia dan kematian.

Dikutip dari laman Komdigi,Senin (24/11/2025), berikut ini cek faktanya:

Penjelasan:

Beredar unggahan di media sosial Instagram dengan narasi yang mengeklaim vaksin pneumonia atau Pneumococcal Conjugate Vaccine (PCV) meningkatkan risiko pneumonia dan kematian, serta mempertanyakan efektivitas vaksin PCV pada anak.

Faktanya, klaim tersebut adalah tidak benar. Dilansir dari tempo.co, penelitian di Catalonia, Spanyol tersebut memiliki kelemahan metodologis, sehingga hasilnya bias dan tidak berlaku untuk anak-anak. Menurut dr. Ari Baskoro dari Universitas Airlangga, desain kohort bukan metode ideal untuk menilai efektivitas vaksin karena rentan bias, terutama bila karakteristik subyek sudah ditentukan dari awal.

Dalam studi Catalonia, seluruh peserta berusia di atas 65 tahun dan terdapat ketimpangan besar jumlah antara penerima vaksin dan non-vaksin, sehingga kesimpulan mudah terdistorsi. Selain itu, terdapat penelitian uji klinis yang dipublikasikan American Academy of Pediatrics yang melibatkan 1.500 anak untuk mendapatkan vaksin pneumonia, yakni 1.000 anak mendapatkan PCV20 dan 500 anak PCV13. Hasilnya menunjukkan bahwa secara umum vaksin pneumonia memiliki keamanan yang baik dan dapat ditoleransi oleh anak.

Kategori: Hoaks

Link Counter:

– https://www.tempo.co/cekfakta/menyesatkan-vaksin-pcv-meningkatkan-risiko-penularan-pneumonia-dan-kematian-2090685

– https://publications.aap.org/pediatrics/article/154/5/e2023065218/199593/Safety-of-a-4-Dose-20-Valent-Pneumococcal?autologincheck=redirected. (*)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *