Biji Chia untuk Anak-anak: Apakah Aman dan Bagaimana Cara Mengonsumsinya?

banner 468x60
Biji chia sangat bermanfaat karena membantu meningkatkan kekebalan tubuh, memperkuat tulang, dan melancarkan pencernaan. (Foto: Freepik)

Sukoharjonews.com – Biji chia sangat baik untuk anak-anak karena membantu pembentukan tulang dan perkembangan otak yang lebih optimal, serta mencegah sembelit.

Dilansir dari Healthshots, Kamis (20/8/2026), biji chia, yang merupakan superfood berukuran mungil, dikenal sangat menyehatkan bagi orang dewasa. Namun, saat mempertimbangkan pemberian biji chia untuk anak-anak, mungkin muncul berbagai pertanyaan. Apakah biji chia aman untuk anak-anak? Berapa banyak biji chia yang boleh dikonsumsi anak?

Bolehkah anak mengonsumsi biji chia setiap hari?
Biji chia tidak hanya aman bagi anak-anak, tetapi juga sangat bermanfaat bagi anak yang pemilih soal makanan. Kandungan nutrisinya yang tinggi sering kali membantu melengkapi kebutuhan gizi dalam pola makan seimbang. Akan tetapi, ukuran yang kecil dan kandungan serat yang tinggi bisa menjadi pedang bermata dua. Meskipun ukurannya membuatnya mudah diolah dalam berbagai hidangan dan seratnya membantu mengatasi sembelit, konsumsi berlebihan justru dapat menimbulkan masalah kesehatan lain. Menjaga kecukupan cairan tubuh saat anak mengonsumsi biji chia juga sangat penting. Simak terus artikel ini untuk mengetahui cara memasukkan biji chia ke dalam menu makanan anak.

Apakah biji chia aman untuk anak-anak?
Ya, biji chia aman dikonsumsi oleh anak-anak. Anak-anak memiliki kebutuhan nutrisi tertinggi pada tahun-tahun awal kehidupan mereka karena sedang mengalami masa pertumbuhan dan perkembangan yang pesat. Karena kaya akan nutrisi dan mudah ditambahkan ke berbagai jenis makanan, biji chia dapat membantu memenuhi kekurangan nutrisi yang mungkin terjadi akibat kebiasaan memilih-milih makanan maupun kebutuhan gizi yang tinggi, jelas ahli gizi Veena V.

Anak-anak dapat mengonsumsi biji chia tanpa risiko atau komplikasi berarti. Meski ukurannya mungil, biji ini merupakan sumber nutrisi yang luar biasa. Nutrisi-nutrisi ini mendukung pertumbuhan dan kesehatan anak, sehingga sangat cocok menjadi bagian dari pola makan seimbang secara keseluruhan.

“Jika Anda ingin memasukkannya ke dalam menu makanan, mulailah dengan jumlah sedikit dan pastikan anak juga minum cukup cairan agar biji chia mudah ditelan; jika tidak, risiko sembelit akan meningkat,” ujarnya.

Meskipun Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) menyatakan bahwa biji chia aman dikonsumsi, mereka sempat menarik kembali produk biji chia hitam organik dari merek tertentu awal tahun ini (2024) karena adanya kontaminasi bakteri “Salmonella”.

Namun, penting untuk berkonsultasi dengan dokter anak sebelum mulai memberikan biji chia kepada anak Anda. Apa saja manfaat biji chia bagi anak-anak?

Ada banyak manfaat kesehatan dari biji chia untuk anak-anak. Berikut adalah beberapa di antaranya:

1. Dapat membantu perkembangan otak
Biji chia baik untuk perkembangan otak karena mengandung asam lemak omega-3. Otak anak berkembang hingga 90 persen pada usia lima tahun; oleh karena itu, biji chia dapat berperan penting dalam proses ini. Biji chia kaya akan Asam Alfa-linolenat (ALA) yang membantu mendukung perkembangan otak, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam “Journal of the American Heart Association”.

2. Meredakan sembelit
Anak-anak sering kali rentan mengalami sembelit, dan biji chia dapat membantu mengatasinya. Menurut FDA, satu porsi biji chia seberat 28 gram mengandung 9,75 gram serat. Serat sangat bermanfaat bagi kesehatan pencernaan. Simak juga berbagai cara lain untuk mengatasi sembelit pada anak.

3. Membantu anak memiliki tulang yang lebih kuat
Biji chia merupakan sumber kalsium alami yang dibutuhkan untuk membangun tulang yang kuat. Kita sering menekankan pentingnya susu bagi anak-anak, namun tahukah Anda bahwa menurut FDA, kandungan kalsium dalam biji chia lebih dari lima kali lipat dibandingkan susu murni? Susu murni sebanyak 100 gram mengandung 113 mg kalsium, sedangkan 100 gram biji chia mengandung 631 mg kalsium. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam “Journal of the American Heart Association” menyatakan bahwa konsumsi biji chia dalam jangka panjang dapat meningkatkan kandungan mineral tulang.

4. Dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Saat bersekolah dan berinteraksi dengan anak-anak lain, anak sering kali terpapar berbagai risiko infeksi. Sistem kekebalan tubuh yang kuat sangat berperan dalam menangkal penyakit. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam “Food Science & Nutrition” menyatakan bahwa biji chia memiliki efek meningkatkan kekebalan tubuh karena kandungan mikronutrien dan asam lemak omega-3 di dalamnya. Biji chia juga mengandung vitamin C dan E.

5. Menjaga tingkat energi tetap tinggi
Biji chia mengandung kombinasi serat dan protein yang menyehatkan. Hal ini membantu menjaga stamina anak-anak. Dengan demikian, sarapan yang mengandung biji chia dapat membantu mereka tetap aktif sepanjang hari.

Kini Anda tahu bahwa biji chia memiliki beragam manfaat kesehatan. Biji ini bersifat antioksidan dan anti-inflamasi, serta mendukung kesehatan jantung dan kesejahteraan tubuh secara keseluruhan. Simak juga manfaat lain dari biji chia!

Berapa banyak biji chia yang boleh dikonsumsi anak-anak dalam sehari?
Menurut ahli gizi Veena, umumnya aman untuk mulai memberikan biji chia kepada anak-anak berusia sekitar 2 tahun. Anak-anak dapat mengonsumsi sekitar 1 hingga 2 sendok teh biji chia per hari dengan aman. Jumlah yang lebih sedikit adalah pilihan ideal untuk permulaan, sampai Anda yakin dengan tingkat toleransi tubuh anak dan memastikan mereka minum cukup air setelah mengonsumsinya untuk mencegah rasa tidak nyaman, ujarnya.

Apa saja efek samping biji chia pada anak-anak?
Tidak ada efek berbahaya dari biji chia, namun karena kandungan seratnya yang tinggi, konsumsi berlebihan atau cara konsumsi yang salah dapat menimbulkan efek samping. Namun, perlu diingat bahwa penting untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum memberikan biji chia kepada anak-anak.

1. Masalah pencernaan
Masalah pencernaan dapat terjadi jika biji chia dikonsumsi secara berlebihan. “Anak-anak yang mengonsumsi terlalu banyak biji chia bisa mengalami perut kembung dan gas berlebih. Oleh karena itu, penting untuk menghindari konsumsi biji chia yang berlebihan,” kata Veena.

2. Dapat menyumbat saluran pencernaan
Sangat penting untuk merendam biji chia dalam air atau susu sebelum dikonsumsinya. Mengonsumsi biji chia mentah tanpa direndam terlebih dahulu—meskipun kemudian minum air atau susu—tidak memberikan efek yang sama. Hal ini justru dapat menyumbat saluran pencernaan. Jika anak Anda mengalami kesulitan menelan, sebaiknya hindari pemberian biji chia.

3. Dapat memperparah masalah lambung
Jika anak Anda sudah memiliki masalah lambung, biji chia dapat memperparah kondisi tersebut. Anak-anak yang menderita “irritable bowel syndrome” (sindrom iritasi usus besar) atau divertikulitis sebaiknya menghindari biji chia.

4. Dapat menyebabkan reaksi alergi
Pada beberapa kasus, biji chia bahkan dapat memicu reaksi alergi pada anak-anak, meskipun hal ini jarang terjadi. Biji chia juga dapat menimbulkan reaksi silang dengan biji wijen; hal ini perlu diperhatikan saat mengonsumsinya.

Bagaimana cara memasukkan biji chia ke dalam pola makan anak?
Biji chia tidak memiliki rasa yang khas. Rasanya akan mengikuti bahan apa pun yang dicampurkan dengannya. Biji chia bisa langsung ditambahkan ke dalam smoothie, yoghurt, oatmeal, atau aneka kue panggang. Biji ini juga bisa dicampur dengan air atau susu untuk membuat puding chia, yang mungkin dianggap anak-anak sebagai camilan yang lezat. Cobalah resep puding chia sederhana ini yang pasti disukai anak-anak Anda. “Hal yang luar biasa dari biji ini adalah rasanya yang netral dan kemampuannya menyatu sempurna dengan segala jenis makanan tanpa mengubah cita rasanya,” ujar Veena.

Apa yang perlu diperhatikan saat memasukkan biji chia ke dalam pola makan anak?
Ada beberapa hal yang perlu diingat saat menyertakan biji chia dalam pola makan anak. Hal terpenting adalah merendamnya dengan baik. Merendamnya semalaman adalah cara terbaik untuk mengolah biji chia bagi anak-anak. “Pastikan untuk memberi waktu agar biji-biji kecil ini mengembang (membentuk tekstur seperti gel) dan terhidrasi dengan baik sebelum memberikannya kepada anak-anak—biji ini menyerap banyak cairan dan bisa dengan mudah mengembang di dalam perut,” jelas Veena.

Hal lain yang perlu diingat adalah memperkenalkannya secara bertahap ke dalam pola makan anak. Oleh karena itu, Anda harus memulainya dengan jumlah sedikit dan menambahnya secara perlahan. Langkah ini membantu Anda memantau bagaimana reaksi tubuh anak terhadap biji chia.

Bolehkah anak-anak mengonsumsi biji chia setiap hari?
Ya, anak-anak boleh mengonsumsi biji chia setiap hari asalkan dalam jumlah yang wajar, kata Veena. Konsumsi harian dapat memberikan manfaat yang berkelanjutan, namun penting untuk menyeimbangkannya dengan makanan kaya nutrisi lainnya demi menjaga pola makan yang lengkap dan bergizi. Simak beberapa tips pola makan sehat untuk anak.

Ringkasan
Memberikan biji chia kepada anak-anak adalah cara yang sangat baik untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh mereka. Biji chia kaya akan kalsium, yang juga membantu pertumbuhan tulang. Kandungan asam amino dalam biji chia mendukung perkembangan otak yang lebih baik, sementara kombinasi serat dan protein membantu anak tetap aktif sepanjang hari.

Namun, perlu diingat bahwa biji chia tidak boleh diberikan kepada anak-anak dalam kondisi belum direndam. Biji chia aman dikonsumsi anak-anak setelah direndam semalaman. Proses ini membantu hidrasi yang lebih baik sekaligus mengurangi risiko tersedak pada anak. Akan tetapi, jika anak Anda memiliki masalah pencernaan seperti IBS (Irritable Bowel Syndrome), sebaiknya hindari pemberian biji chia.

Anda juga harus berkonsultasi dengan dokter anak sebelum memutuskan untuk memasukkan biji chia ke dalam pola makan mereka. Jika Anda berencana memberikan biji chia untuk dikonsumsi anak-anak, pastikan untuk meningkatkan jumlahnya secara bertahap. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *