
Sukoharjonews.com – Berikut ini tata cara shalat musafir. Secara pengertian, shalat safar adalah shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan sebelum bepergian jauh untuk memohon perlindungan dan keberkahan.
Dilansir dari Bincang Syariah, Senin (2/11/2026), pelaksanaannya sama seperti shalat sunnah biasa (dua rakaat dengan satu salam) dan dikerjakan di rumah sesaat sebelum berangkat. Dalam kitab Ithāf as-Sādah al-Muttaqīn, Jilid VI, halaman 403, Murtadha Zabidi mengatakan;
الرابع: أن يصلي قبل سفره صلاة الاستخارة كما وصفنا في كتاب الصلاة ووقت الخروج من المنزل (يصلي) ركعتين أو أربع ركعات (لأجل السفر) أما الركعتان فهو المنصوص في مذهب الشافعي
Artinyal “(Adab keempat), hendaknya seseorang melaksanakan salat istikharah sebelum melakukan perjalanan (safar), sebagaimana telah kami jelaskan dalam Kitab Shalat. Ketika hendak keluar dari rumah, ia dianjurkan melaksanakan salat dua rakaat atau empat rakaat untuk tujuan safar. Adapun salat dua rakaat, itulah yang secara tegas dinyatakan (sebagai anjuran) dalam mazhab Imam Syafi’i.”
Demikian juga dalam kitab al-Mausu’ah al-Kuwaitiyah yang diterbitkan Kementerian Wakaf, Kuwait bahwa dianjurkan untuk melaksanakan shalat sunah musafir sebanyak 2 rakaat. Ini untuk memohon perlindungan dari Allah SWT.
يُسْتَحَبُّ لِلشَّخْصِ عِنْدَ إِرَادَتِهِ الْخُرُوجَ أَنْ يُصَلِّيَ رَكْعَتَيْنِ
Artinya; “Disunnahkan bagi seseorang ketika hendak keluar (untuk bepergian) agar melaksanakan salat dua rakaat.”
انَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لاَ يَنْزِل مَنْزِلاً إِلاَّ وَدَّعَهُ بِرَكْعَتَيْنِ (١) ، وَعَنْهُ أَنَّ رَجُلاً أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَال: ” إِنِّي نَذَرْتُ سَفَرًا، وَقَدْ كَتَبْتُ وَصِيَّتِي فَإِلَى مَنْ أَدْفَعُهَا: إِلَى أَبِي أَمْ إِلَى أَخِي أَمْ إِلَى ابْنِي؟ فَقَال صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا اسْتَخْلَفَ عَبْدٌ فِي أَهْلِهِ مِنْ خَلِيفَةٍ أَحَبَّ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ يُصَلِّيهِنَّ فِي بَيْتِهِ إِذَا شَدَّ عَلَيْهِ ثِيَابَ سَفَرِهِ
Artinya; “Nabi Muhammad saw. tidak pernah meninggalkan suatu tempat tinggal (tempat singgah) kecuali beliau berpamitan dengannya dengan melaksanakan salat dua rakaat.”
Dan diriwayatkan dari Anas r.a. bahwa:
“Seorang laki-laki datang kepada Nabi saw. lalu berkata: ‘Sesungguhnya aku telah bernazar untuk melakukan perjalanan. Aku juga telah menulis wasiatku. Maka kepada siapakah aku harus menyerahkannya; kepada ayahku, saudaraku, atau anakku?’
Maka Nabi saw. bersabda:
‘Tidaklah seorang hamba meninggalkan bagi keluarganya suatu pengganti yang lebih dicintai oleh Allah Ta’ala daripada empat rakaat yang ia kerjakan di rumahnya ketika ia telah mengenakan pakaian perjalanannya (bersiap untuk berangkat safar).
Panduan Tata Cara Pelaksanaan
1. Niat: Melafalkan niat shalat safar di dalam hati atau secara lisan:
أُصَلِّي سُنَّةَ السَّفَرِ رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Ushallî sunnatas-safari rak’ataini lillâhi ta’âlâ
Artinya; Aku niat shalat sunnah safar dua rakaat karena Allah Ta’ala
2. Rakaat Pertama: Membaca surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan surah pendek (dianjurkan surah Al-Kafirun).
3. Rakaat Kedua: Membaca surah Al-Fatihah, dilanjutkan dengan surah pendek (dianjurkan surah Al-Ikhlas).
4. Salam: Gerakan shalat dilanjutkan seperti biasa hingga duduk tasyahud akhir dan ditutup dengan salam.
Demikian tata cara shalat musafir. Semoga Allah SWT memberikan kemudahan dalam setiap perjalanan kita, menjaga dari berbagai bahaya dan kesulitan, serta mengembalikan kita kepada keluarga dalam keadaan sehat, selamat, dan penuh keberkahan. Aamiin. (nano)












Facebook Comments