KKN Univet Bantara Sukoharjo di Desa Lorog Sosialisasikan Budidaya Maggot BSF untuk Pakan Lele

banner 468x60
Pemilik Srikandi Maggot Klaten, Endah Pujianstuti menyampaikan tahapan perkembangan budidaya maggot yang dimanfaatkan untuk pakan ternak dan pengelolaan sampah, Senin (25/8/2025).

Sukoharjonews.com – Kelompok KKN 23 Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar sosialisasi “Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga untuk Budidaya Maggot BSF Sebagai Pakan Alternatif Lele”, Senin (25/8/2025. KKN Kelompok 23 sendiri berada di Desa Lorog, Kecamatan Tawangsari, Sukoharjo.

Ketua RT 02 Dukuh Langkap, Desa Lorog, Sumiyarso, menekankan bahwa inovasi ini dapat membantu menjaga ketahanan pangan masyarakat. “Budidaya maggot ini tidak hanya mengurangi sampah organik, tetapi juga membantu menyediakan pakan alternatif untuk ternak. Dengan cara ini, kita ikut menjaga ketahanan pangan di tingkat keluarga,” ujarnya.

Materi sosialisasi sendiri pemilik Srikandi Maggot Klaten, Endah Pujiastuti. Dalam kesempatan itu, Endah berbagi pengalaman sekaligus memberikan penjelasan detail mengenai budidaya maggot “Black Soldier Fly” (BSF). Ia memaparkan sampah organik seperti sisa sayuran, buah, dan ampas tahu dapat dimanfaatkan sebagai media budidaya maggot.

“Sampah organik memiliki sifat mudah terurai dan bisa dimanfaatkan kembali, misalnya untuk pakan ternak dan pupuk,” jelasnya.

Dalam sesi materi, Endah menunjukkan berbagai tahapan bentuk maggot, mulai dari telur, baby maggot, maggot dewasa, hingga pupae. Ia juga menjelaskan daur hidup maggot BSF yang terdiri dari lima tahap: telur, larva (maggot), prepupa, pupa, dan lalat dewasa.

“Maggot ini mampu mengonsumsi sampah organik hingga lima kali bobot tubuhnya dalam sehari. Hasilnya bisa dimanfaatkan sebagai pakan ikan dan unggas,” tambahnya.

Selain itu, Endah menekankan tidak hanya sampah organik yang dapat dimanfaatkan, tetapi juga sampah anorganik seperti galon sekali pakai yang bisa dijadikan wadah media budidaya maggot, sehingga pengelolaan limbah menjadi lebih optimal.

Setelah pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung bersama warga mengenai tahapan budidaya maggot BSF, mulai dari pemilahan sampah, penyiapan media, pemeliharaan larva, hingga pemanenan. Antusiasme warga terlihat saat mencoba memegang maggot untuk pertama kalinya dan menyiapkan wadah budidaya.

Sementara itu, Ketua Kelompok KKN 23, Renanda Ganymeda, berharap kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat. “Kami ingin warga bisa memanfaatkan limbah rumah tangga dengan cara yang bermanfaat dan bernilai ekonomi,” katanya.

Melalui sosialisasi ini, warga diharapkan lebih sadar akan pengelolaan sampah organik sekaligus melihat peluang usaha baru dari budidaya maggot BSF. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *