Yang Perlu Diketahui Tentang Layanan Fast Track Jemaah Haji 2022

Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas. (Dok Kemenag)

Sukoharjonews.com (Jakarta) – Salah satu layanan untuk jemaah haji Indonesia yang diberikan Pemerintah Arab Saudi adalah layanan “fast track”. Namun, layanan “fast track” tersebut tidak untuk semua jemaah haji karena hanya diberikan untuk 29.126 orang (31%) jemaah yang dibawa oleh Garuda Indonesia dan Saudi Arabian Airlines dari Embarkasi Haji Jakarta.


Fast track merupakan layanan keimigrasian Arab Saudi yang dilakukan di Indonesia. Layanan tersebut mencakup pemeriksaan paspor, perekaman biometrik dan sidik jari. Setibanya di Madinah atau Jeddah, jemaah tidak perlu lagi antri di Bandara untuk menjalani proses imigrasi dan bisa langsung di antar menuju hotel.

Namun demikian, layanan ini hanya akan dinikmati jemaah yang sudah vaksin booster. Untuk itu, Menag mendorong jajarannya untuk membantu mengecek calon jemaah haji yang belum mendapatkan vaksin.

“Jika kita dapat memaksimalkan pelaksanaan vaksin lengkap plus booster bagi jemaah haji, ini dapat mempercepat proses pelayanan jamaah haji sendiri. Sebab, fast track di Arab Saudi hanya disediakan bagi calon jemaah haji yang telah mendapatkan vaksin lengkap plus booster,” ujar Menteri Agama (Menag), Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, dikutip dari laman Kemenag, Jumat (13/5/2022).

Selain itu, Menag juga minta jajarannya untuk mengecek kesiapan asrama haji, khususnya embarkasi haji antara. Persiapan itu harus disegerakan agar dapat melayani masyarakat dengan maksimal dan mengurangi keluhan mereka.

“Kerja sama yang baik dari semua pihak sangat diperlukan mengingat waktu yang semakin dekat dan masih harus menyesuaikan dengan kebiasaan baru terkait protokol kesehatan akibat pandemi yang belum usai,” pesan Menag.

Arab Saudi tahun ini mengizinkan satu juta jemaah di seluruh dunia untuk meakukan ibadah haji. dua syarat yang harus dipenuhi, yaitu: berusia maksimal 65 tahun dan telah menerima vaksinasi Covid-19 lengkap dengan vaksin yang disetujui Kementerian Kesehatan Saudi Arabia.

Selain itu, jemaah juga wajib menyerahkan hasil tes PCR negatif corona yang dilakukan dalam kurun waktu 72 jam sebelum keberangkatan ke Saudi Arabia. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.