Ragam  

Warga Gamping, Joho Keluhkan Polusi dan Limbah Pabrik Plastik

Ilustrasi pencemaran udara. (Tribunnews.com-istimewa)

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Sejumlah perwakilan warga Kampung Gamping RT 03/04, Kelurahan Joho, Sukoharjo mendatangi DPRD, Rabu (26/9). Warga tersebut menyampaikan keluhan mengenai polusi dan limbah yang dihasilkan oleh sebuah pabrik plastik yang beroperasi di kampung tersebut. Warga merasa resah karena setiap hari terganggu oleh polusi suara dan polusi udara yang dihasilkan pabrik pengolah plastik tersebut. Warga berharap pabrik tersebut dipindah dari perkampungan.



“Kampung Gamping merupakan kampung padat penduduk. Selama ini merasa terganggun dengan keberadaan pabrik plastik yang beroperasi selama 24 jam,” ujar salah seorang warga Gamping, Adi Vidi Darwadi.

Menurutnya, yang terdampak oleh keberadaan pabrik tersebut tidak hanya satu RT saja, melainkan juga satu RW. Selama ini, warga sudah pernah mengadukan masalah tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan warga justru diminta untuk melakukan mediasi. Belum ada tindakan lebih lanjut setelah itu. Bahkan, mediasi di tingkat RT sendiri selalu gagal dilakukan.

Adi mengaku pabrik tersebut beroperasi di kampung tersebut lebih dari lima tahun. Pemilik pabrik plastik itu sendiri merupakan warga lokal. Dari sepengetahuan warga, ijin pabrik tersebut sebenarnya bukan untuk pabruk tapi sebatas workshop atau gudang. Jadi, bukan untuk produksi. “Pabrik itu mendaur ulang plastik bekas menjadi bijih plastik,” ujarnya.

Warga lainnya Haryanto juga menambahkab, selama ini udara di sekitar pabrik tercemar sisa pembakaran berupa “langes” berwarna hitam. Selain itu, karyawan pabrik juga mencuci bahan plastik di saluran yang ada didepan pabrik sehingga membuat air menjadi tercemar. “Yang paling membuat resah itu bau plastik yang terbakar sangat menyebgat. Baunya bisa sampai di satu RW,” ungkapnya.

Maryanto, warga Gamping lainnya mengaku pernah meminta pada pemilik pabrik untuk memindahkan produksi dari Kampung Gamping. Namun, saat ini pemilik pabrik meminta waktu hingga ijin habis. Namun, sampai sekarang belum juga ada kelanjutannya. Memang, selama ini pemilik pabrik sudah memberikan kas RT Rp500 tiap bulan, tapi bagi warga tidak masalah tidak mendapat kas asal pabrik pindah.

Disisi lain, Aktivis Lingkungan Hidup Sukoharjo Joko Cahyono menyayangkan kasus pencemaran yang muncul di Kampung Gamping tersebut. Untuk itu, dia berharap dinas terkait segera turun tangan. “Jangan hanya dibiarkan saja karena sudah membuat resah warga,” tandasnya. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments