Univet Sukoharjo Tuan Tumah Asistensi Tata Kelola Sarpras LLDikti Wilayah VI

Program Asistensi Tata Kelola Sarana Prasarana Perguruan Tinggi di Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Selasa (21/6/2022).

Sukoharjonews.com (Bendosari) – Program Asistensi Tata Kelola Sarana Prasarana Perguruan Tinggi digelar di Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo, Selasa (21/6/2022). Asistensi sendiri dilakukan dalam upaya mendukung program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VI.


“Jadi, kegiatan asistensi ini merupakan kegiatan rutin dan tahun ini memasuki angkatan II,” ujar Ketua Panitia, Aditya Tegar.

Menurutnya, kegiatan tersebut digelar dalam upaya membantu Perguruan Tinggi (PT) dan stakeholder dalam tata keloloa PT untuk mencapai standar nasional PT. “Kegiatan ini digelar di Univet karena diakhir sesi Univet akan berbagi pengalaman dalam pengelolaan sarana prasarana dalam Lembaga Layanan pendidikan Tinggi (LLDikti).

Tegar mengaku kegiatan asistensi tersebut diikuti oleh 40 PT swasta di Solo Raya. Dia berharap dengan kegiatan tersebut akan menambah pengetahuan peserta dalam tata kelola sarpras LLDikti.

Sedangkan Rektor Univet Sukoharjo, Prof Farida Nugrahani menyampaikan sebagai kehormatan yang luar biasa dan menjadi kebanggaan karena acara digelar di Univet. Menurutnya, dengan kegiatan tersebut Univet semakin terpacu dan bersemangat untuk memperbaiki diri.

“Kegiatan ini menjadi ajang sharing terkait pengelolaan sarpras LLDikti. Kami juga terbuka jika ada saran dan masukan mengenai pengelolaan di Univet sehingga menjadi lebih baik lagi,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Farida juga meminta pada LLDikti untuk memberi pendampingan terkait tata kelola sarpas LLDikti sehingga sesuai standar nasional PT. “Saat ini regulasi semakin berat tuntutan akreditasi juga semakin berat sehingga sangat membutuhkan pencerahan dari LLDikti,” ujarnya.

Rektor juga berharap terkait program akreditasi agar pemerintah lebih berpihak pada PT swasta dan juga untuk program hibah. Harapannya, jurang perbedaan dengan PTN tidak semakin jauh dan semakin dalam.

Sementara itu, Kepala LLDikti Wilayah VI, Bimo Widyo Handoko, menyampaikan dibutuhkan tata kelola sarana prasarana yang baik oleh Perguruan Tinggi sehingga sesuai dengan standar nasional PT. Dengan pengelolaan yang baik diharapkan bisa menjadikan PT semakin baik dan terhindar dari sengketa.

“Selama ini sarpras selalu jadi topik dalam hal tata kelola. Topik yang sering menjadi bahan sengketa antara yayasan dan pengelola sehingga menimbulkan konflik berkepanjangan,” ujarnya.

Bimo juga menyampaikan, dengan asistensi dan menghadirkan nara sumber berkompeten, diharapkan tata kelola sarpras PT di wilayah VI semakin baik. “Acara ini jadi “sharing session” dalam tata kelola sarpras. Menjadi referensi LLDikti dalam pengembangam kurikulum MBKM,” kata Bimo. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.