Terkait Pembunuhan Brigadir J, Personel Polisi yang Terlibat Bertambah

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo. (Foto: Humas Polri)

Sukoharjonews.com (Jakarta) – Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menyampaikan perkembangan kasus pembunuhan Brigadir Yoshua atau Brigadir J. Polri pun sudah menetapkan mantan Kadiv Propam, Irjen Pol Ferdy Sambo (FS) sebagai tersangka. FS diketahui sebagai orang yang menyuruh Bharada E untuk melakukan penembakan.


Dikatakan Kapolri, Timsus telah melakukan pendalaman terhadap laporan awal tembak menembak antara Brigadir J dan Bharada E di rumah dinas Ferdy Sambo di Duren 3. Dalam proses pendalaman dan olah TKP ditemukan adanya hal-hal yang menghambat proses penyidikan.

Selain itu, muncul kejanggalan-kejanggalan seperti seperti hilangnya CCTV dan hal-hal lain sehingga muncul dugaan ada hal-hal yang ditutupi dan direkayssa. Dalam rangka membuat terang peritiwa yang terjadi, Timsus telah melakukan pendalaman dan ditemukan adanya upaya-upaya untuk menghilangkan barang bukti, rekayasa, menghalangi proses penyidikan sehigga proses penanganan menjadi lambat.

“Ada tindakan tidak profesinional dalam olah TKP serta tindak ketidakprofesional lain pada saat penyerahan jenzsah almarhum J di Jambi,” ungkap Kapolri.


Kapolri melanjutkan, dalam upaya membuat kasus terang benderang, Polri telah melakukan mutasi terhadap sejumlah personel ke Yanma Polri. Sebelumnya, ujar Kapolri, ada 25 personel yang diperiksa dan bertambah menjadi 31 personel.

“Kita juga telah melakukan penempakan khusus kepada 4 personil dan bertambah menjadi 11 personel Polri. Terdiri dari 1 bintang 2, dua bintang satu, dua Kombes, tiga AKBP, dua Kompol dan 1 AKP dan kemungkinan masih bisa bertambah,” ujarnya

Untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas, Polri melibatkan pihak eksternal seperti Komnas HAM dan Kompolnas. Selain itu, Polri juga memberikan ruang seluas-luasnya terutama kepada masyarakat dan keluarga korban.

“Timsus telah mendapatkan titik terang dengan melakukan proses-proses penanganan secara scientifik dengan melibatkan dokter forensik, olah TKP dan tim puslabfor untuk menguji balistik mengetahui tekanan alur dan tembakan pendalaman terhadap CCTV, handphone oleh puslabfor, biometrik dan identifikasi oleh inafis yang bersifat ilmiah,” tambahnya. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.