
Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Kasus positif corona di Sukoharko dalam beberapa hari terakhir masih menunjukkan kenaikan. Begitu juga untuk kasus kematian yang juga terus naik. Bahkan, angka kematian sebesar 6,7% lebih besar dibanding angka kematian nasional. Kondisi tersebut membuat tingkat risiko penularan corona di Sukoharjo kembali naik ke tingkat risiko tinggi atau zona merah.
“Sukoharjo kembali ke zona merah karena kenaikan kasus positif yang masih terjadi. Begitu juga dengan kasus kematian yang terus naik dimana angka kematian sebesar 6,7%,” ungkap Jubir Gugus Tugas Pecepatan Penanganan Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Senin (8/2/2021).
Saat ini, akumulasi kasus positif di Sukoharjo mencapai 4.206 dimana sebanyak 3.494 sembuh dan 280 orang meninggal. Dari tiga indikator tingkat risiko masing-masing indikator epidemilogi, surveilans kesehatan masyarakat dan indikator pelayanan kesehatan menunjukkan tingkat risiko tinggi atau zona merah.
Dikatakan Yunia, penambahan kasus positif virus corona dan meninggal dunia menjadi salah satu penyebab status zona merah. Pasalnya, angka tersebut tinggi khususnya dilihat dalam kasus meninggal dunia. Bahkan, dalam satu pekan terakhir terdapat kenaikan kasus kematian sebanyak 30 orang.
“Angka kematian tertinggi di Kecamatan Weru 10,3%, disusul Kecamatan Nguter 9,8%, Kecamatan Bendosari 9,4% dan Kecamatan Tawangsari 8,5%,” ujar Yunia.
Saat ini, 432 kasus positif corona aktif tersebut tersebar di 12 kecamatan. Masing-masing Kecamatan Kartasura 119 orang, Baki 31 orang, Grogol 56 orang, Mojolaban 43 orang, Sukoharjo 78 orang, Nguter 15 orang, dan Bendosari 34 orang. Kemudian Kecamatan Tawangsari 10 orang, Polokarto 10 orang, Bulu 10 orang, Weru 20 orang, dan Kecamatan Gatak enam orang. (erlano putra)


Facebook Comments