Sedikitnya 124 Unit Bantuan Alsistan Digelontorkan Tahun Ini

Tahun ini bantuan Alsintan dari pemerintah pusat kembali digelontorkan untuk petani di Sukoharjo.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Pemkab Sukoharjo kembali mendapat gelontoran bantuan alat mesin pertanian (alsintan) tahun ini. Rencananya, bantuan alsintan yang akan diberikan oleh pemerintah pusat mencapai ratusan unit. Sebagian bantuan alsintan tersebut sudah turun dan langsung dibagikan pada kelompok tani (klomtan). Bantuan alsintan sendiri terdiri dari beberapa jenis.



Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Sukoharjo Netty Harjianti mengatakan, untuk tahun 2018 ini, bantuan Alsintan diberikan oleh Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian berupa Traktor Roda Dua 50 unit, Traktor Roda Empat tiga unit, Rice Transplanter 15 unit, Pompa Air 50 unit. Sedangkan bantuan dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan berupa Power Thresher lima unit, dan Soil Tester satu unit. Sehingga, total bantuan alsintan yang akan diterima sebanyak 124 unit.

“Bantuan alsintan ini tidak serta merta karena diberikan secara bertahap. Penyerahan pada kelompok tani juga bertahap,” ujar Netty Kamis (19/4).

Dikatakan Netty, sebagian bantuan tersebut sudah diserahkan oleh Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya saat panen raya bersama Kelompok Tani (Klomtan) Cendono sari Desa Pandeyan, Grogol beberapa waktu lalu. Bantuan yang diserahkan berupa Traktor Roda Dua 10 unit dan Rice Transplanter dua unit.

Saat ini, ujar Netty, Sukoharjo sudah melakukan modernisasi pertanian sehingga lebih efisien dalam pembiayaan. Modernisasi pertanian juga sebagai antisipasi permasalahan kekurangan tenaga kerja bidang pertanian. Untuk mewujudkan swasembada pangan dan mencapai kedaulatan pangan, petani Sukoharjo sudah berkomitmen menerapkan teknologi pertanian untuk mengatasi kendala maupun permasalahan yang ada.

Sebelumnya, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, Kabupaten Sukoharjo dikenal sebagai penyangga pangan di Jateng dan juga nasional. Sesuai data yang ada, tahun 2017 lalu Sukoharjo mencatat surplus beras tertinggi di Jateng dengan 125.335 ton. Tahun ini, Sukoharjo bertekad meningkatkan produktivitas padi sehingga surplus beras bisa mengalami kenaikan.

“Tahun lalu Sukoharjo mampu surplus beras 135.335 ton dan angka tersebut tertinggi di Jateng. Prestasi tersebut harus dipertahankan dan ditingkatkan tahun unu,” tegasnya.

Bupati juga mengatakan, meski sebagai kabupaten terkecil kedua di Jateng, Sukoharjo berkomitmen untuk mempertahankan lahan lestari yang mencapai 23.000 hektar lebih. Lahan tersebut tidak boleh dialihfungsikan sehingga harus dipertahankan sebagai lahan pertanian.

“Yang namanya lahan lestari maka tidak bisa diotak-atik lagi. Harus dipertahankan,” tandasnya. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *