
Sukoharjonews.com (Semarang) – Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, pertumbuhan ekonomi Provinsi Jawa Tengah (Jateng) pada triwulan I 2026 mencapai 5,89% year on year (YoY). Kinerja itu turut didukung oleh investasi pada kurun Januari-Maret 2026.
Kepala BPS Jateng, Ali Said menyampaikan, capaian pertumbuhan ekonomi provinsi yang dipimpin Gubernur Ahmad Luthfi, tercatat melampaui pertumbuhan nasional, yang berada pada angka 5,61 persen.
“Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah triwulan I 2026 secara year on year tercatat 5,89%. Pertumbuhan ini lebih tinggi dari nasional yang mencapai 5,61%, dan merupakan pertumbuhan tertinggi sejak tahun 2011,” terangnya, dilansir dari laman Pemprov Jateng, Kamis (7/5/2026).
Ali mengatakan, sejumlah hal turut mengangkat pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Pertama nilai investasi yang tumbuh secara year on year sebesar 5,35 persen pada triwulan I (Januari-Maret ) 2026. Selain itu ada faktor peningkatan jumlah penerima Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) pada kurun tersebut, dari 6,7 juta penerima menjadi 9,01 juta penerima.
Tercatat, jumlah SPPG tumbuh hingga 3.958 pada triwulan I 2026. Adapula faktor ekspor impor di Kawasan Ekonomi Khusus yang menunjukkan peningkatan. Ekspor tercatat tumbuh 56,51 persen, dan impor tumbuh 292,11 persen, jika dibanding triwulan IV 2026.
Di samping itu, triwulan tersebut juga bertepatan dengan momentum hari Raya Idulfitri. Menurut Ali, hal tersebut memicu akselerasi mobilitas penduduk yang masif. Fenomena arus mudik dan balik, merefleksikan peningkatan signifikan bagi pergerakan ekonomi regional.
Dia menjelaskan, pertumbuhan tertinggi terjadi pada kategori penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh sebesar 14,14%. Konstruksi tumbuh 11,91%, transportasi dan pergudangan tumbuh sebesar 9,83%.
“Peningkatan aktivitas penyediaan akomodasi dan makan minum, terutama didorong oleh kenaikan tingkat okupansi hotel dan penyediaan makanan minuman selama momen puasa Ramadan dan Idulfitri, serta didorong oleh program makan bergizi gratis,” jelasnya.
Sementara itu, peningkatan aktivitas konstruksi, utamanya didorong oleh penggunaan pembangunan koperasi Desa Merah Putih yang masif. Kemudian peningkatan pada transportasi dan pergudangan didorong oleh kenaikan trafik perjalanan pada momen mudik Hari Raya Idulfitri 2026.
Terpisah, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyampaikan, capaian pertumbuhan ekonomi sebesar 5,89% merupakan hasil kerja bersama lintas sektor yang terus diperkuat, yakni dengan pemerintah pusat, pemerintah kabupaten/kota, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
“Alhamdulillah, pertumbuhan ini menunjukkan arah yang semakin baik. Ini bukan kerja satu pihak, tapi hasil gotong royong dan kolaborasi semua elemen,” ujarnya. (nano)















Facebook Comments