
Sukoharjonews.com – Tiga minggu setelah peluncuran RedMagic 12 Pro+ di China, RedMagic secara resmi memperkenalkan versi globalnya yang diberi nama RedMagic 12 Pro. Sebagian besar perangkat kerasnya tetap sama, namun model global ini hadir dengan kecepatan pengisian daya yang lebih lambat dan harga yang lebih tinggi dibandingkan ponsel tahun lalu.
Dlansir dari Gizmochina, Minggu (8/11/2026), di Amerika Serikat, model dengan RAM 12GB dan penyimpanan 256GB dibanderol seharga USD949 atau Rp17,1 jutaan, sementara versi RAM 16GB dengan penyimpanan 512GB dihargai USD1.049 atau Rp18,9 jutaan. Model tertinggi dengan penyimpanan 1TB dijual seharga USD$1.199 atau Rp21,6 jutaan. Di Eropa, ketiga konfigurasi tersebut masing-masing dibanderol seharga €899, €999, dan €1.199 atau Rp18,3 jutaan, Rp20,3 jutaan, dan Rp24,4 jutaan.
Harga ini mengalami kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan RedMagic 11 Pro, yang tahun lalu dijual mulai dari €699 atau Rp14,2 jutaan. Model baru ini lebih mahal €200 atau Rp4 jutaan untuk ketiga konfigurasi yang tersedia, dan RedMagic juga telah menghapus opsi RAM 24GB.
Terdapat dua pilihan warna: Nightfreeze dengan tampilan hitam transparan, dan Subzero yang hadir dalam versi perak transparan.
Perbedaan terbesar antara model global dan versi China terletak pada kecepatan pengisian daya serta respons tombol pemicu bahu (shoulder trigger). RedMagic 12 Pro versi global mendukung pengisian daya kabel 80W, lebih rendah dibandingkan versi Tiongkok yang mencapai 120W. Tombol pemicu di bagian bahu (shoulder triggers) perangkat ini memiliki tingkat respons 520Hz, bukan 700Hz. Fitur pengisian daya nirkabel dan “bypass charging” tetap disertakan.
Kapasitas baterainya tidak berubah, yakni 8.400mAh—meningkat 12% dibandingkan baterai 7.500mAh pada RedMagic 11 Pro. Meski baterainya lebih besar, ponsel baru ini justru sedikit lebih tipis, dengan ketebalan 8,5mm dibandingkan 8,9mm pada pendahulunya.
Di bagian dalam, ponsel ini ditenagai oleh “chipset” Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dari Qualcomm, yang dipadukan dengan chip gim RedCore R5 buatan RedMagic sendiri serta chip layar G1. Dari sisi perangkat lunak, ponsel ini menjalankan RedMagic OS 12 berbasis Android 17, lengkap dengan dukungan Gemini bawaan, emulasi gim PC, dan akses ke Steam melalui pusat gim X-Gravity.
Untuk menjaga suhu seluruh perangkat keras tersebut, terdapat sistem pendingin AquaCore Cooling System 3.0. Sistem pendingin cair “dual-loop” ini kini dilengkapi dengan pencahayaan RGB, sementara pompa mikro baru mampu menghasilkan tekanan hingga 130kPa. Menurut RedMagic, angka ini 85% lebih tinggi dibandingkan pompa sebelumnya, namun hanya mengonsumsi daya sebesar 20mW. Sistem pendingin ini juga mencakup kipas dengan kecepatan hingga 25.500 RPM, “vapor chamber” dengan cakupan 15% lebih luas, serta teknologi Liquid Metal 4.0.
Di bagian depan, RedMagic 12 Pro mengusung layar OLED 1,5K berukuran 6,85 inci yang dipasok oleh BOE. Layar ini mendukung “refresh rate” hingga 185Hz, dengan bingkai setipis 0,96mm dan tanpa lubang kamera yang terlihat. RedMagic mengeklaim bahwa tidak ada ponsel lain yang menggabungkan “refresh rate” setinggi ini dengan desain layar penuh serta kamera yang tertanam di bawah layar. Tingkat kecerahan layar mencapai puncak 5000 nit, sementara “touch sampling rate” dapat mencapai hingga 5.000Hz.
Kamera swafoto yang digunakan adalah unit 16MP generasi kesembilan yang ditempatkan di bawah layar, dikembangkan bersama BOE. Terdapat pula pemindai sidik jari ultrasonik 3D yang terintegrasi di dalam layar.
Di bagian belakang, ponsel ini dilengkapi kamera utama 50MP dengan stabilisasi gambar optik (optical image stabilization) serta kamera “ultrawide” 50MP. Perangkat ini juga memiliki sertifikasi IP68 dan IP69 untuk ketahanan terhadap air dan debu, sementara lubang kipas memiliki sertifikasi IPX8 tersendiri.
Perangkat keras lainnya mencakup speaker stereo dengan dukungan Dolby Atmos, motor linear sumbu-X (X-axis linear motor), “IR blaster”, NFC, Wi-Fi 7, dan port USB 3.2 Gen 2. (nano)














Facebook Comments