Punya Usaha Kos-Kosan, Waspada Modus Penipuan Ini, Sering Muncul Belakangan Ini

Ilustrasi.

Sukoharjonews.com (Kartasura) – Penipuan dengan berbagai modus sudah marak belakangan ini. Salah satunya modus penipuan usaha kos-kosan di kawasan Desa Pabelan, Kecamatan Kartasura, Kabupaten Sukoharjo. Dalam kasus ini, penipu menyaru ingin menempati rumah kos dan menghubungi pemilik melalui telepon. Namun, bukannya menyewa kos, pelaku justru meniou pemilik dengan modus transfer biaya kos melebihi tarifnya.


Salah satu pemilik rumah kos di Pabelan, Ningsih, 67, menyampaikan, kasus penipuan tersebut bermula ketika dirinya mengiklankan rumahnya melalui media sosial Facebook. “Kejadianya sekitar bulan Desember 2021 lalu. Setelah itu saya sering mendapat telepon dengan modus yang sama,” ungkap Ningsih, Senin (21/3/2022).

Lebih lanjut Ningsih menjelaskan, setelah iklan di Facebook tersebut, dirinya kemudian mendapatkan telepon dari seseorang dengan inisial BG yang ingin menyewa kamar kos untuk satu tahun dengan biaya yang ditawarkan Rp5 juta.

“Saya cukup heran karena tidak seperti biasanya, BG ini langsung tanya harga dan membayar lewat transfer tanpa bertanya fasilitas dan lain-lain,” jelas Ningsih.

Setelah itu, ujar Ningsih, pelaku kemudian mengirimkan bukti transfer. Dalam bukti transfer tersebut, pelaku mentransfer Rp7 juta, bukan Rp5 juta sesuai tarif sewa. Saat itu, Ningsih mengaku tidak mengecek saldo rekeningnya terlebih dahulu. Melihat bukti transfer yang melebihi biaya, dirinya lantas menelepon pelaku.

Nah, saat itu pelaku mengaku salah transfer karena pelaku mengaku juga ingin transfer kepada saudaranya dan pelaku meminta dirinya untuk mengirimkan kembali kelebihan transfernya.

“Saat itu saya langsung transfer tanpa curiga soalnya tadi sudah ada bukti tansfer jadi tidak mengecek saldo. Saya juga merasa kasian karena pelaku mau kirim uang ke saudaranya,” kata Ningsih.

Ningsih mengaku dirinya transfer balik ke pelaku Rp2 juta dengan dibantu penghuni kos lainnya. Kecurigaan mulai muncul setelah beberapa jam kemudian ada telepon lain yang masuk dengan modus yang sama. Saat itulah dirinya kemudian melakukan pengecekan saldo dan ternyata pelaku tidak transfer uang Rp7 juta seperti bukti transfer yang dikirim. Ningsih pun akhirnya sadar telah tertipu dengan menderita kerugian Rp2 juta.

Salah atu penghuni kos di milik Ningsih, Pipit, 20, mengaku sejak awal sudah merasa curiga ketika diminta untuk membantu ibu kos mentransfer uang pada pelaku. “Saya sempat curiga karena mendengar cerita ibu kos. Saya sempat menyarankan cek saldo, tapi ibu kos sudah percaya karena ada bukti transfer itu,” ujar Pipit.

“Setelah itu nomor pelaku sudah tidak aktif ketika dicoba dihubungi. Modus sama masih sering diterima oleh inu kos,” tambahnya. (isnaini-magang 03/nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *