Positif Corona Aktif Merangkak Naik Jadi 248 Kasus, Ini Update Sebarannya Tiap Desa/Kelurahan

Waspada virus corona. (Ilustrasi)

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Kasus positif corona aktif dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tren kenaikan. Padahal, sebelumnya sempat mengalami penurunan. Saat ini, kasus aktif jadi 248 kasus yang terdiri dari 88 orang isolasi mandiri, satu isolasi terpusat, dan 159 orang rawat inap di rumah sakit. Sebaran 248 kasus positif aktif naik di 89 desa/kelurahan.



Berikut ini data sebaran 248 kasus positif aktif berdasarkan update per 20 April:

DESA/KELURAHANKECAMATANJUMLAH POSITIF
MadegondoGrogol1
CemaniGrogol1
SanggarahanGrogol1
ManangGrogol1
PurbayanBaki2
NgromboBaki1
JomborBendosari2
GentanBendosari1
PalurMojolaban1
PlumbonMojolaban1
SapenMojolaban1
PlesanNguter2
BuluPolokarto1
KemasanPolokarto1
MakamhajiKartasura2
TempelGatak1
GentanBulu1
JatingarangWeru1
JUMLAH22

“Berdasarkan update 20 April kemarin, jumlah kenaikan kasus lebih banyak dibandingkan yang sembuh sehingga total kasus aktifinya naik. Dari kasus positif aktif saat ini, terbanyak ada di Kecamatan Sukoharjo dengan 49 kasus disusul Polokarto 29 kasus dan Kartasura 28 kasus,” jelas Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Sukoharjo, Yunia wahdiyati, Rabu (21/4/2021).

Yunia berharap tren kenaikan kasus positif corona di Sukoharjo segera berhenti. Untuk itu, masyarakat diimbau untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan, yakni 5M. Masing-masing memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan serta mengurangi mobilitas.

Seperti diketahui, dalam beberapa hari terakhir jumlah kenaikan kasus positif lebih banyak dibandingkan yang sembuh. Hal tersebut membuat kasus aktif kembali mengalami kenaikan setelah sempat mengalami penurunan. Dalam rangka menekan dan mengoptimalkan penanganan corona, Pemkab Sukoharjo memperpanjang status KLB corona hingga 31 Desember 2021.

Yunia menambahkan, meski sudah mendapatkan vaksinasi corona, protokol kesehatan tetap harus diterapkan. Pasalnya, vaksinasi bukanlah obat corona, melainkan hanya bentuk pencegahan agar tidak terkena virus corona. Terlebih lagi, imunitas yang terbentuk setelah vaksinasi setiap orang berbeda-beda. (erlano putra)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed