Meski Sudah Turun ke Zona Orange, Bupati Minta Jangan Terlalu Euforia

Kabupaten Sukoharjo sudah turun ke zona orange atau tingkat risiko penularan corona sedang.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Sukoharjo sudah turun ke zona orange atau tingkat risiko penularan corona sedang sejak beberapa hari lalu. Meski sudah turun ke orange, Bupati Sukoharjo Etik Suryani meminta masyarakat untuk tidak terlalu euforia karena pandemi belum berakhir dimana kenaikan kasus masih terjadi setiap hari.




“Jangan terlalu euforia meski sudah turun ke zona orange. Pesan saya tetap prokes agar kasus corona segera hilang dari Sukoharjo,” tandas Etik, Sabtu (28/8/2021).

Seperti diketahui, sejak beberapa bulan lalu Kabupaten Sukoharjo menjadi zona merah seiring dengan lonjakan kasus positif corona yang terjadi. Kondisi tersebut membuat tingkat pandemi corona di Sukoharjo dikategorikan sebagai level 4 oleh pemerintah pusat sehingga harus melaksanakan PPKM Level 4.

Kebijakan tersebut membuat aktivitas masyarakat khususnya perekonomian menjadi terbatas. Bahkan, Satgas juga melakukan penyekatan jalan dan juga menutup tempat usaha selama PPKM Level 4. Nah, dengan turun dari zona merah ke zona orange, Etik berharap tingkat level pandemi di Sukoharjo juga turun ke level 3 atau 2.

“Kalau level turun otomatis aturan yang dilakukan juga berbeda dibandingkan aturan di PPKM level 4,” ujar Etik.

Meski begitu, Bupati minta masyarakat tetap disiplin dalam menjalankan prokes, 5M. Yakni, memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun, menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas.

Etik menambahkan, turunnya tingkat risiko penularan corona di Sukoharjo tersebut tidak hanya karena upaya masyarakat saja. Namun, atas dukungan dan kerja keras semua pihak seperti TNI-Polri, nakes, dan seluruh elemen masyarakat.

Jubir Satgas Penanganan Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati menyampaikan, saat ini tingkat penularan virus sudah melandai meski masih ada kenaikan kasus setiap harinya. Saat ini tingkat keterisian tempat tidur isolasi maupun ICU juga sudah turun signifikan.

“Kalau soal data kematian yang naik tajam, data itu sifatnya “delay”. Jadi masyarakat jangan kaget karena data hari itu bukan riil yang terjadi pada hari itu. Data itu data lama yang baru bisa diupdate sekarang seiring adanya sinkronisasi dengan provinsi,” jelasnya. (erlano putra)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed