Menengok Keberlangsungan Kafe Jamu di Sukoharjo, Sajikan Menu Unik Gaet Kalangan Milenial

Kafe Jamu yang ditampilkan Kojai saat Sukoharjo Hybrid Expo beberapa waktu lalu.

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Kabupaten Sukoharjo adalah Kabupaten Jamu. Julukan tersebut bukan tanpa alasan karena Kabupaten Sukoharjo memang dikenal sebagai sentra industri jamu tradisional di dukung keberadaan Kampung Jamu dan juga Pasar Jamu Nguter. Tak hanya itu, di sudut Pasar Jamu Nguter juga berdiri Kafe Jamu tahun 2019 lalu.


Selama ini, dalam upaya melestarikan jamu tradisional, Pemkab Sukoharjo membuat kebijakan untuk minum jamu setiap hari Jumat dengan menggandeng Koperasi Jamu Indonesia (Kojai). Dalam upaya itulah Kojai juga ikut berpartisipasi dalam Sukoharjo Hybrid Expo beberapa waktu lalu dengan menampilkan Kafe Jamu.

Stan yang dihadirkan pun ditata sedemikian rupa layaknya sebuah kafe. Belasan botol dan wadah toples plastik berisi ramuan jamu herbal tertata rapi di etalase kayu. Di dinding terdapat gambar besar produk jamu yang menunjukkan produk pilihan jamu yang dipasarkan.

Bicara mengenai Kafe Jamu di Pasar Nguter, Sukoharjo, merupakan depot jamu tradisional yang menjual beragam jenis jamu siap saji. Nama-nama varian jamu yang disajikan kafe ini pun terbilang unik. Misalnya, minuman “Gue Kunyoco” yang berasal dari perpaduan kunyit dan air kelapa. Lalu minuman “Gue Galau Akud” yang merupakan campuran teh, jahe, jeruk, dan sereh. Ada lagi minuman beras kencur tanpa kombinasi dengan tanaman herbal lainnya yang diberi nama “Gue Beken”.


Generasi milenial cenderung tak menyukai jamu tradisional yang dianggapnya tak berguna, terasa pahit, dan tak enak lainnya. Maka generasi milenial didorong untuk mencintai dan mengetahui manfaat dari produk unggulan Sukoharjo tersebut. Dengan kafe jamu dimaksudkan memikat mereka agar mau mendekat dan meminum jamu yang dikemas secara kekinian.

“Makanya nama minuman jamunya harus kekinian karena segmen pasarnya untuk kalangan milenial atau anak muda. Agar mereka senang maka ada 12 varian rasa yang mengombinasi jamu tradisional dengan susu, soda, gula merah, dan buah-buahan,” Ketua Kojai Sukoharjo, Suwarsi Moertedjo.

Menurut Suwarsi, bisnis jamu tak hanya mencari pundi-pundi rupiah atau keuntungan. Tapi, bisa sekaligus menjaga dan melestarikan warisan leluhur. Terlebih lagi, jamu sendiri berkhasiat menjaga sistem imun tubuh dari paparan virus. Dengan meminum ramuan herbal maka kesehatan tubuh akan lebih terjaga. (sapta nugraha/mg)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *