Ragam  

Kemarau Diprediksi Juli-Agustus, BPBD Antisipasi Kesulitan Air Bersih

Ilustrasi.

Sukoharjonews.com – Kekeringan diperkirakan terjadi pada periode setelah Juli-Agustus mengingat pada saat itu merupakan puncak musim kemarau. Dalam upaya antisipasi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menyiapkan antisipasi terjadinya kesulitan air bersih khususnya diwilayah selatan.


“Kami sudah melakukan persiapan untuk antisipasi kekeringan di Kecamatan Tawangsari, Weru dan Bulu. Beberapa desa di tiga kecamatan tersebut pada saat musim kemarau terjadi kekeringan dimana warga kekurangan air bersih,” ujar Ketua Pelaksana BPBD Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, Minggu (16/6/2024).

Dikatakan Ariyanto, sejumlah desa di Kabupaten Sukoharjo menjadi langganan kekeringan setiap musim kemarau sehingga mengalami kesulitan air bersih. Untuk itu, BPBD seperti tahun-tahun sebelumnya selalu bersiap melakukan dropping air bersih.

“Nanti kalau sudah ada pengajuan dari masyarakat, barulah kami persiapkan pengiriman bantuan air bersih,” ujarnya.


Menurutnya, kemarau memang diperkirakan terjadi bulan Juli-Agustus. Untuk itu, BPBD akan bersiap melakukan dropping ketika memasuki musim kemarau. “Saat ini masuk peralihan, beberapa wilayah masih ada hujan,” ujarnya.

Ariyanto mengaku, selama ini dropping pasti dilakukan begitu masyarakat mulai kesulitan air bersih. Dropping dilakukan BPBD dan juga banyak elemen masyarakat lain yang peduli dengan warga yang tengah kesulitan air.

“Untuk wilayah yang terdampak terus berkurang karena di beberapa desa sudah dibangun sumur dalam, baik oleh pemerintah maupun TNI,” tambahnya. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *