Kasus Narkoba Besar Diungkap Polri, Sita 203 Kilogram Sabu dan 404.491 Butir Ekstasi

Polda Riau berhasil mengungkap kasus narkoba dimana dalam kurun waktu kurang dari seminggu berhasil mengungkap 3 kasus narkoba dengan barang bukti 203 kilogram sabu dan 404.491 butir ekstasi. Sebanyak 16 orang pelaku diamankan. (Foto: Dok Humas Polri)

Sukoharjonews.com (Pekanbaru) – Polda Riau kembali menorehkan prestasi dalam pengungkapan tindak pidana narkoba. Dalam kurun waktu kurang dari seminggu berhasil mengungkap 3 kasus narkoba dengan barang bukti yang cukup mencengangkan. Yakni, 203 kilogram sabu dan 404.491 butir ekstasi. Dalam kasus tersebut, sebanyak 16 orang pelaku dibekuk di tiga lokasi berbeda.


Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto yang didampingi Direktur Reserse Narkoba Kombes Yos Guntur, Wadir Resnarkoba AKBP Nandang Lirama dan Kapolres Dumai AKBP Nurhadi, Senin sore (19/9/2022) menjelaskan kronologi ketiga kasus tersebut.

“Kasus pertama pada Minggu 11 September 2022 sekitar jam 2 dinihari dijalan Taman Karya Perum Citra Kencana Kelurahan Tuah Karya, Tuah Madani Pekanbaru, 10 orang tersangka yang menyimpan narkotika (sabu dan ekstasi) didalam karung warna putih merah, disembunyikan didapur rumah kontrakan berhasil dibekuk,” terang Kombes Sunarto, dikutip dari laman Humas Polri, Selasa (20/9/2022).

Menurutnya, kasys berawal dari informasi masyarakat akan masuknya narkoba, pada Minggu 11 September 2022 jam 2 dinihari dimana Tim Opsnal Subdit III Ditnarkoba menangkap tersangka BAY, 28, TOM, 29, FAI, 28, dan RIS, ALS, EGI, 22 sekaigus barang bukti narkotika 100 kg sabu & 100 ribu butir ekstasi. Narkoba tersebut disimpan dalam tas warna biru dan didalam karung, disembunyikan didapur belakang rumah kontrakan.

Dari pengembangan kasus, tim berhasil mengamankan RON, 36, disimpang 5 Labersa, disusul JER, 29, dan YUL, 29, dibekuk disimpang jalan Naga Sakti Tampan. Berikutnya menangkap BON, 28, dijalan SM Amin Pekanbaru.

Tidak cukup sampai disitu, Narto menjelaskan pihaknya juga mengamankan FAU, 25, bersama JER, 29, dan TAU yang sedang berada di hotel Grand Elite Pekanbaru. FAU berperan sebagai penerima aliran dana/upah untuk menjemput narkoba.


Selain narkoba, barang bukti lain yang turut diamankan yakni 2 unit R4 Toyota avanza Hitam (BM 1318 AM dan B 1946 BJL), 2 unit R2 (Kawasaki KLX BM 4114 JE) dan Vario BM 5798 ABG), serta uang Rp42,9 juta dan16 buah handphone.

Untuk kasus kedua, tim Subdit I Ditnarkoba pada Senin 12 September mengamankan 11 kg sabu dan 4 tersangka RIY, 33, WIR, 35, RAN, 26, dan perempuan asal Bukittinggi, RIR, 26 di hotel New Hollywood Kuantan Raya Pekanbaru. Para tersangka menyimpan narkotika jenis sabu didalam tas ransel warna biru, disimpan dikamar kost Perumahan Griya Cipta Sidomulyo Pekanbaru.

“Saat Tim Opsnal Subdit I melakukan pengembangan kasus narkoba yang ditangani polres Kampar, tim mendapatkan informasi nama ‘PAPI’ yang kemudian diketahui sedang berada disalah satu kamar hotel Hollywood Pekanbaru. Tim melakukan penggerebekan berhasil mengamankan RIY als PAPI, 33, WIR, 35, RAN, 26, dan RIR, 26, berikut dua bungkus plastik berisi 12 gram sabu,” urai Narto.

Tim mendapati keterangan dari RIY dan WIR yang mengaku masih menyimpan sabu dirumah orang tua WIR di Perum Griya Cipta.

“Dikamar lantai 2 kamar kost (depan rumah orang tua WIR) ditemukan 1 buah tas ransel besar yang ditutup kasur. Setelah dilakukan pemeriksaan tas tersebut, ternyata berisi narkotika jenis sabu yang dibungkus teh hijau merk Guan ying wang sebanyak 11 bungkus (11 kg sabu),” paparnya.


Turut diamankan, 1 unit R4 Honda Accord Abu abu nopol BA 1540 IA, sebuah timbangan digital, bong dan 4 unit HP.

Sedangkan kasus ketiga, Satuan Reserse Narkoba Polres Dumai pada Rabu 14 September 2022 mengamankan 92 kg sabu dan 304.491 butir ekstasi dari dia tersangka JUR, 45, dan RAF, 28, dengan TKP tepi pantai Bandar Laksamana Bengkalis.

Setelah dilakukan penyelidikan, akhirnya pada Rabu dinihari tanggal 14 September, tim mencurigai adanya Speedboath yang melintas disekitar perairan Lubuk Gaung Sungai Sembilan, yang kemudian menginformasikan ke tim darat yang langsung melakukan penyisiran,” urai Nanrto.

Para pelaku berubah haluan kearah perairan Sungai Papan Bandar Laksana Bengkalis. Namun, tim yang diback up Ditnarkoba mencurigai sudah mengantisipasi dan melihat 3 orang diduga sedang mengangkut/melangsir narkotika dari tepi Pantai menuju kedarat (perkebunan sawit) yang berjarak sekitar 50 meter dari tepi pantai.

Begitu dilakukan penyergapan, salah satu pelaku kabur dan tim mengamankan JUR dan RAF serta barang bukti 92 kg sabu dan 304.491 butir ekstasi yang disimpan dalam 6 buah boks. Tim juga mengamankan 2 unit sepeda motor (BM 3496 DAQ dan tanpa nopol), lima unit HP.

Narto memastikan para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) Jo 112 ayat (2) Jo 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman 20 tahun penjara hingga hukuman mati. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.