Kampanye di Masjid, Caleg Gerindra Dituntut 5 Bulan Penjara

Caleg DPR RI dari Gerindra, Nur Rochmi Kurnia Sari saat memberikan keterangan usai sidang, Selasa (7/5).

Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Persidangan pidana pemilu yang menjadikan caleg DPR RI Dapil V dari Partai Gerindra, Nur Rochmi Kurnia Sari terdakwa memasuki pembacaan tuntutan di Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo, Selasa (7/5). Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dengan hukuman penjara lima bulan penjara serta denda Rp10 juta subsider dua bulan.



Sidang tersebut dipimpin Ketua Majelis Hakim Indriani dengan anggota Sunardi dan Eni Kusumawati. JPU Risza Kusuma dan Nanang Riyanto membacakannya tuntutan secara bergantian. Dalam tuntutannya, JPU menyatakan terdakwa bersalah melakukan tindak pidana pemilu karena dengan sengaja dalam kampanye menggunakan tempat ibadah sehingga melanggar Pasal 521 junto 280 ayat (1) huruf h UU RI No 7 tahun 2017 tentang pemilu.

Diketahui juga dalam sidang tersebut bahwa barang bukti yang dirampas untuk negara yakni foto lembar kegiatan kampanye di masjid, 1 buah kalender, dan specimen surat suara DPR RI beserta amplop warna putih dan uang Rp300 ribu. Usai pembacaan tuntutan, Ketua Majelis Hakim Indriani menyatakan penasihat hukum diminta segera menyiapkan pembelaan. “Jadi, sidang pembelaan langsung digelar Rabu (8/5) karena ada batasan waktu. Terdakwa juga boleh membuat pembelaan sendiri,” ujarnya.

Usai sidang, Nur Rochmi Kurnia Sari mengatakan, tuntutan lima bulan penjara terlalu berat untuknya. Terlebih lagi, dugaan politik uang juga tidak terbukti di persidangan. Selain itu, pengunaan tempat ibadah dalam hal ini masjid juga bukan karena kesengajaan dirinya. Pasalnya, undangan awal yang dia terima adalah sosialisasi pada lansia dengan lokasi aula rumah warga.

“Menggunakan tempat ibadah ini bukan karena kesengajaan. Awalnya acara di aula warga dan tahu-tahu dipindah di masjid. Nanti saya juga akan menyampaikan pledoi atau pembelaan sendiri selain oleh penasihat hukum,” ujarnya.

Sedangkan Penasihat Hukum terdakwa Ratno Agustiyo Hutomo menambahkan, pihaknya merasa tuntutan tersebut terlalu berat. Pihaknya akan melakukan pledoi pembelaan pada sidang selanjutnya. “Kami akan mengusahakan mendapat putusan percobaan. Kita melihat dulu sampai proses persidangan selesai di Pengadilan Negeri,” ujarnya. (erlano putra)



How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *