
Sukoharjonews.com (Sukoharjo) – Dalam berapa hari terakhir, kasus positif sembuh atau selesai isoman lebih banyak dibandingkan kenaikan kasus positif. Hal itu membuat jumlah positif corona aktif mengalami penurunan. Saat ini, kasus positif aktif yang menjalani rawat inap rumah sakit berkurang signifikan dari sekitar 150-an kasus tinggal 118 kasus yang rawat inap. Disisi lain, kasus corona aktif yang menjalani isoman mengalami kenaikan menjadi 567 kasus.
“Tren kenaikan kasus masih tinggi, protokol kesehatan tetap menjadi fokus utama saat ini untuk memutus rantai penularan kasus,” terang Jubir Satgas Penanganan Corona Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, Minggu (11/7/2021).
Banyaknya kasus yang sembuh maupun selesai isoman diharapkan terus terjadi sejingga kasus corona aktif terus berkurang sehingga Sukoharjo bisa keluar dari zona merah. Berdasarkan update per 10 Juli ini, dalam sehari ada kenaikan 90 kasus positif sehingga akumulasinya menjadi 8.440 kasus. Disisi lain, untuk kasus sembuh naik 100 sehingga totalnya menjadi 7.198 kasus.
Dalam upaya menekan kasus positif corona, Sukoharjo menerapkan PPKM Darurat karena sesuai penilaian pemerintah pusat, Sukoharjo masuk kategori pandemi level 4. Selama pelaksanaan PPKM Darurat, dilakukan penyekatan belasan titik jalan untuk mengurangi mobilitas masyarakat.
Bahkan, Bupati mengeluarkan SE Gerakan Sukoharjo Dirumah Saja pada hari Sabtu dan Minggu. Masing-masing tanggal 10-11 Juli dan tanggal 17-18 Juli 2021. Selain itu, selama Sabtu dan Minggu tersebut semua pasar dan juga toko modern ditutup.
Yunia berharap masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, jaga jarak dan rajin cuci tangan dengan sabun. Disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan diyakini mampu memutus penyebaran virus corona. (erlano putra)



Facebook Comments