Jaga Stabilitas Pangan Nasional, Bulog Optimalkan Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah

banner 468x60
Stok beras Bulog. (Foto: Dok Bulog)

Sukoharjones.com – Dalam upaya menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional, Perum Bulog terus mengoptimalkan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah sebagai. Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Perum Bulog, Letnan Jenderal TNI (Purn) Ahmad Rizal Ramdhani.

Menurut Rizal, Bulog terus berupaya memastikan Cadangan Pangan Pemerintah dapat tersalurkan secara optimal kepada masyarakat melalui berbagai program pangan strategis. Penyaluran tersebut dilakukan melalui sejumlah instrumen, mulai dari beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), Bantuan Pangan berupa beras dan minyak goreng, hingga SPHP Jagung untuk mendukung stabilisasi kebutuhan pakan ternak.

“Bulog terus berupaya mengoptimalkan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Penyaluran beras SPHP, Bantuan Pangan berupa beras dan minyak goreng, serta SPHP Jagung merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk menjaga ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas pangan nasional,” ungkap Rizal, dilansir dari laman KabarBUMN, Minggu (31/5/2026).

Dalam penyaluran beras SPHP, Bulog mencatat realisasi sebanyak 221 ribu ton pada Januari hingga Maret 2026 dengan menggunakan kuota periode 2025. Sementara untuk periode 2026, penyaluran yang dimulai sejak Maret hingga saat ini telah mencapai 280 ribu ton dari target sebesar 828 ribu ton.

Selain program SPHP, Bulog juga mempercepat penyaluran Bantuan Pangan kepada masyarakat penerima manfaat. Hingga akhir Mei 2026, realisasi Bantuan Pangan telah mencapai 47 persen dari total 33,3 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP).

Adapun bantuan yang telah disalurkan terdiri dari 308 ribu ton beras dan 62 ribu ton MinyaKita. Dirut Bulog menambahkan bahwa sisa alokasi Bantuan Pangan akan terus disalurkan secara bertahap sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Pemerintah juga berencana menambah dua alokasi penyaluran Bantuan Pangan pada tahun ini guna menjaga daya beli masyarakat serta memastikan kebutuhan pokok tetap terpenuhi.

“Cadangan Pangan Pemerintah harus memberi manfaat konkret, baik untuk menjaga stabilitas di pasar maupun membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokoknya.

“Karena itu, Bulob terus memperkuat koordinasi agar penyaluran berjalan dengan semestinya,” terang Rizal.

Tidak hanya fokus pada komoditas beras, Bulog juga menjalankan penyaluran SPHP Jagung sebagai bagian dari dukungan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pakan ternak. Hingga akhir Mei 2026, realisasi penyaluran SPHP Jagung telah mencapai hampir 11 persen dari target 213 ribu ton pada tahun 2026.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keseimbangan ekosistem pangan dari hulu hingga hilir, termasuk mendukung keberlangsungan usaha para peternak mandiri.

Di sisi pengadaan, Bulog juga mencatat capaian positif dalam penyerapan hasil produksi petani dalam negeri. Dari target pengadaan sebanyak 4 juta ton setara beras pada tahun 2026, realisasinya telah mencapai 74 persen atau hampir 3 juta ton.

Capaian tersebut memperkuat posisi Cadangan Beras Pemerintah terbesar dalam sejarah dan diperkirakan mampu mendukung kebutuhan hingga tahun 2027. Dengan stok yang kuat serta sebaran cadangan pangan di seluruh Indonesia, Bulog memastikan kesiapan perusahaan dalam menjalankan berbagai penugasan pemerintah di sektor pangan. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *