Epidemi Vaping: Berikut Beberapa Risiko yang Mengkhawatirkan

Bahaya rokok elektrik vape.(Foto: kontan)

Sukoharjonews.com – Vape adalah rokok elektrik yang dapat menghasilkan asap seperti rokok pada umumnya. Bahaya vape bagi kesehatan sering kali disepelekan karena vape dianggap lebih aman daripada rokok. Padahal, meskipun tidak mengandung tembakau, vape tetap memiliki beragam zat kimia yang dapat membahayakan tubuh.


Dikutip dari The Statesman, pada Jumat (14/6/2024), berikut risiko berbahya dari rokok elektrik vape:

1. Ketergantungan Nikotin:
Salah satu kekhawatiran paling mendesak yang disoroti oleh penelitian ini adalah sifat adiktif dari nikotin yang terdapat pada perangkat vaping. Penggunanya berisiko mengalami ketergantungan pada nikotin, sehingga melanggengkan siklus mengidam dan konsumsi.

2. Kerusakan Paru-paru dan Masalah Pernafasan:
Studi ini menggarisbawahi risiko signifikan kerusakan paru-paru dan masalah pernapasan yang terkait dengan vaping. Penggunaan rokok elektrik dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan berbagai komplikasi kesehatan, termasuk bronkitis kronis, asma, dan bahkan kondisi yang mengancam jiwa seperti kanker dan penyakit kardiovaskular. Selain itu, pengguna vape mungkin lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan, sebagaimana dibuktikan dengan meningkatnya kerentanan selama pandemi COVID-19.


3. Gangguan Perkembangan Otak:
Pengungkapan mengejutkan lainnya adalah dampak buruk vaping terhadap perkembangan otak, terutama pada remaja dan dewasa muda. Kandungan nikotin dalam rokok elektrik menghambat fungsi kognitif dan menghambat perkembangan otak secara keseluruhan, sehingga menimbulkan kekhawatiran serius mengenai implikasi jangka panjang terhadap kesehatan mental.

4. Eksposur Bekas:
Selain risiko kesehatan langsung bagi penggunanya, vaping juga menimbulkan bahaya bagi orang yang melihatnya melalui paparan langsung. Anak-anak, khususnya, rentan terhadap dampak buruk vaping pasif, sehingga memperburuk kekhawatiran terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat.

5. Dampak lingkungan:
Selain itu, penelitian ini membahas dampak lingkungan dari vaping, khususnya proliferasi perangkat sekali pakai yang berkontribusi terhadap akumulasi limbah. Pembuangan produk terkait vape menimbulkan tantangan bagi pengelolaan limbah dan kelestarian lingkungan.

Sehubungan dengan temuan ini, para ahli menyerukan tindakan segera untuk mengatasi epidemi vaping dan mengurangi dampaknya yang luas. Upaya untuk mengatur penjualan dan pemasaran rokok elektrik, serta kampanye kesehatan masyarakat yang komprehensif, sangat penting dalam memerangi krisis kesehatan yang semakin meningkat ini.


Ketika perdebatan semakin intensif, sangat penting untuk memprioritaskan pendekatan berbasis bukti dan menjaga kesejahteraan individu dan komunitas. Hanya melalui tindakan dan kesadaran bersama kita dapat secara efektif mengatasi risiko yang terkait dan melindungi kesehatan masyarakat untuk generasi mendatang.(cita septa)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 5 / 5. Vote count: 1

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *