Jason Statham dan Guy Ritchie Kembali Berkolaborasi untuk Film Aksi Balas Dendam Netflix, ‘Dogfight’

banner 468x60
Jason Statham dan Guy Ritchie. (Foto: Variety)

Sukoharjonews.com – Kemitraan antara Jason Statham dan Guy Ritchie akan berlanjut ke film ketujuh mereka. “Dogfight” — yang diumumkan oleh Netflix — digambarkan sebagai film aksi bertema balas dendam yang penuh gaya, berlatar di dunia kriminal London.

Dilansir dari Variety, Kamis (5/11/2026), belum ada detail plot lain yang diungkap, namun bisa dipastikan film ini akan menyuguhkan senjata api, darah, dan—kemungkinan besar—wajah-wajah yang tampak garang. Produksi dijadwalkan dimulai pada awal 2027, dengan pengambilan gambar yang akan dilakukan di Inggris.

Seperti hampir semua kolaborasi mereka sebelumnya, Ritchie akan menulis naskah, menyutradarai, sekaligus memproduseri film ini, sementara Statham akan berperan sebagai bintang utamanya.

Perusahaan produksi yang terlibat dalam “Dogfight” meliputi Black Bear Pictures—yang berada di balik sebagian besar karya terbaru Ritchie (termasuk film terbarunya, “In the Grey” dan “Wife & Dog”)—serta rumah produksi milik Ritchie sendiri, Toff Guy Films, dan perusahaan milik Statham, Punch Palace Productions. Jajaran produser mencakup Ritchie, Statham, mitra Ritchie di Toff Guy, Ivan Atkinson, serta John Friedberg dari Black Bear.

“Dogfight” semakin memperpanjang hubungan kerja sama yang telah lama terjalin dan sangat sukses antara sang sutradara dan bintang film aksinya tersebut. Hubungan ini bermula saat Ritchie memberikan peran film pertama kepada Statham dalam debut penyutradaraannya pada tahun 1998, “Lock, Stock and Two Smoking Barrels.” Kemitraan ini kemudian berlanjut melalui film “Snatch,” “Revolver,” “Wrath of Man,” dan “Operation Fortune: Rose de Guerre.”

Proyek terbaru mereka lainnya, yang diumumkan tahun lalu oleh Variety, adalah film aksi-thriller berjudul “Viva La Madness.” Film ini diadaptasi dari novel karya J.J. Connolly yang merupakan sekuel dari “Layer Cake”—buku yang sebelumnya telah diadaptasi menjadi film pada tahun 2004 oleh Matthew Vaughn.

Meskipun detail alur ceritanya masih dirahasiakan, “Viva La Madness” digambarkan sebagai film yang berdiri sendiri dan bukan kelanjutan dari karya sebelumnya. Proses pengambilan gambar utama untuk film ini telah rampung awal tahun ini; Black Bear akan menangani distribusi di Amerika Utara, sementara Amazon MGM Studios memegang hak untuk sebagian besar wilayah internasional lainnya. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *