iQOO Luncurkan Power Bank 20.000mAh dengan Pengisian Daya Cepat 33W dan 66W, Dilengkapi Kabel Bawaan serta Layar Berwarna

banner 468x60
Power Bank iQOO 20.000mAh. (Foto: Gizmochina)

Sukoharjonews.com – iQOO telah merilis power bank baru berkapasitas 20.000mAh yang hadir dalam dua pilihan konfigurasi pengisian daya: model 33W dan model 66W. Perangkat ini sudah tersedia di Tiongkok; versi 33W dibanderol seharga 189 yuan atau Rp514 ribuan, sementara versi 66W ditawarkan dengan harga perkenalan 229 yuan atau Rp623 ribuan.

Power Bank iQOO 20.000mAh
Spesifikasi Power Bank iQOO 20.000mAh
Dilansir dari Gizmochina, Selasa (3/11/2026), kedua model ini memiliki bodi berbahan plastik PC dan ABS berwarna kuning, dengan dimensi 123 x 71 x 30 mm. Fitur perangkat keras utama yang disertakan adalah kabel USB-C pipih yang terintegrasi. Kabel berlapis anyaman ini tidak sekadar tersimpan di sisi perangkat, melainkan melingkar keluar sehingga dapat berfungsi sebagai tali pegangan.

iQOO menyatakan bahwa kabel tersebut telah diuji dan mampu bertahan hingga 10.000 kali tekukan—sebuah standar ketahanan yang penting mengingat kabel ini juga dirancang untuk sering digunakan sebagai pegangan.

Selain kabel yang terpasang, power bank ini juga dilengkapi dengan port USB-A standar dan satu port USB-C tambahan. Anda dapat mengisi daya tiga perangkat sekaligus, namun total daya keluaran akan dibatasi menjadi 15W. Tersedia pula mode arus rendah (low-current mode) untuk mengisi daya perangkat kecil seperti earbud nirkabel dan jam tangan pintar (smartwatch). Mode ini akan aktif secara otomatis untuk perangkat USB-C yang kompatibel, atau dapat diaktifkan secara manual dengan menekan tombol daya dua kali saat menggunakan port USB-A.

Alih-alih menggunakan deretan lampu indikator LED seperti pada umumnya, iQOO menyertakan layar berwarna kecil. Layar ini menampilkan persentase baterai yang akurat serta status pengisian daya. Layar tersebut juga berfungsi sebagai alat diagnostik yang akan menampilkan kode kesalahan (error code) tertentu jika terjadi masalah. Sebagai contoh, kode H1 akan muncul jika perangkat mengalami panas berlebih (overheating), H2 untuk tegangan berlebih (overvoltage), atau H0 jika power bank menonaktifkan dirinya secara permanen akibat adanya gangguan keamanan yang serius.

Di bagian dalamnya, power bank ini menggunakan dua sel baterai litium-ion polimer berkapasitas masing-masing 10.000mAh. Dengan total kapasitas 74Wh, perangkat ini berada di bawah batas 100Wh yang ditetapkan oleh sebagian besar maskapai penerbangan, sehingga aman untuk dibawa dalam penerbangan. Pihak perusahaan menyatakan bahwa baterai ini akan tetap memiliki setidaknya 80% dari kapasitas aslinya setelah melalui 300 siklus pengisian daya.

Perbedaan antara kedua model ini terletak pada kecepatan output dan protokol yang didukung. Versi 33W mendukung protokol standar seperti PD 3.0, PPS, dan QC 2.0. Sementara itu, versi 66W mendukung PD 3.2 dengan AVS serta mampu menerima daya input hingga 45W, yang berarti power bank itu sendiri dapat diisi ulang dengan lebih cepat. Berdasarkan data pengujian iQOO, model 66W mampu mengisi daya iPhone 18 Pro hingga 73% atau MacBook Neo hingga 33% dalam waktu setengah jam.

Kedua versi ini telah memenuhi standar keamanan GB 47372-2026, memiliki sertifikasi 3C, serta dilengkapi dengan 19 sistem perlindungan keamanan kelistrikan bawaan. Pada acara yang sama, perusahaan tersebut juga meluncurkan iQOO Pad Pro yang dibekali chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5, kipas pendingin 0,94 CFM, dan baterai 9.020 mAh, serta iQOO Neo 12 yang mengusung layar 2K dengan refresh rate 185 Hz dan baterai berkapasitas besar 9.000 mAh. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *