
Sukoharjonews.com (Mina) — Fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina, atau Armuzna, telah selesai. Seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil Nafar Tsani telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak.
“Jemaah haji setelah melakukan Nafar Tsani langsung meninggalkan Mina. Sebelumnya jemaah yang Nafar Awal juga telah diberangkatkan. Artinya, seluruh jemaah kita yang telah menyelesaikan lontar jumrah, baik Nafar Awal maupun Nafar Tsani, sudah selesai,” ujar Dahnil Anzar, dilansir dari laman Kemenhaj, Senin (1/6/2026).
“Seluruh jemaah haji kita sudah meninggalkan Mina pada 30 Mei. Mina sudah clear dari jemaah-jemaah kita. Mereka kembali ke hotel dan bersiap untuk berkegiatan selanjutnya di Tanah Haram,” sambungnya.
Menurut Wamenhaj, secara umum fase Armuzna tahun ini telah dilalui dengan baik. Ia menyebut terdapat sejumlah kemajuan layanan dan perubahan tata kelola yang cukup signifikan dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun ini.
“Alhamdulillah, fase Armuzna sudah kita lalui dengan baik, dengan beberapa kemajuan dan perubahan-perubahan yang sangat signifikan,” ujarnya.
Meski demikian, Wamenhaj mengakui masih terdapat sejumlah catatan penting yang harus menjadi bahan evaluasi Kementerian Haji dan Umrah, terutama terkait pelayanan di tenda Arafah dan Mina, serta tata kelola mabit di Muzdalifah melalui skema murur.
“Catatan-catatan dari berbagai pihak kami terima dengan baik. Terkait pelayanan di tenda Mina, tenda Arafah, juga tata kelola mabit di Muzdalifah maupun murur, tentu menjadi bahan evaluasi bagi kami,” jelasnya.
Atas nama Kementerian Haji dan Umrah, Wamenhaj juga menyampaikan permohonan maaf kepada jemaah haji Indonesia apabila selama fase puncak Armuzna masih terdapat kekurangan, kekhilafan, maupun pelayanan yang belum sepenuhnya sesuai harapan.
Wamenhaj juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jemaah haji Indonesia yang telah mengikuti arahan dengan tertib selama berada di Mina, serta kepada seluruh petugas yang telah mendedikasikan diri dalam melayani jemaah.
Wamenhaj menambahkan, setelah fase Armuzna selesai, penyelenggaraan ibadah haji akan memasuki fase pemulangan jemaah ke Tanah Air. Pada fase ini, ia meminta seluruh petugas tetap bekerja dengan penuh dedikasi, menjaga pelayanan di hotel-hotel jemaah, serta tetap mengedepankan sikap simpatik dan empatik.
“Setelah ini kita memasuki fase pemulangan. Kami meminta seluruh petugas untuk tetap bertugas sepenuh hati, penuh dedikasi, tetap responsif di hotel-hotel, serta tetap simpatik dan empatik kepada jemaah,” ujarnya.
Wamenhaj juga mengimbau KBIHU dan seluruh jemaah haji Indonesia untuk tetap tertib selama menunggu jadwal kepulangan. Jemaah diminta menjaga kondisi kesehatan dan tidak berlebihan melakukan aktivitas di luar hotel. (nano)















Facebook Comments