
Sukoharjonews.com (Jakarta) – Kesiapan layanan di lintasan penyeberangan tersibuk nasional Merak–Bakauheni terus diperkuat menjelang periode Angkutan Lebaran 2026. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan seluruh aspek operasional, keselamatan, hingga pengaturan lalu lintas terintegrasi berjalan optimal demi menghadirkan perjalanan mudik yang lebih tertib dan lancar bagi masyarakat.
Dikutip dari KabarBUMN, Minggu (1/3/2026), Direktur Utama ASDP, Heru Widodo, menjelaskan bahwa kesiapan operasional dilakukan melalui koordinasi intensif bersama BPTD dan KSOP. Armada kapal berkapasitas besar dipastikan beroperasi optimal selama periode Lebaran.
Pada lintasan Merak–Bakauheni, disiagakan 28–33 kapal per hari. Untuk lintasan Ciwandan–Wika Beton, sebanyak 9–12 kapal per hari, sedangkan lintasan BBJ Bojonegara–BBJ Muara Pilu dilayani 10–12 kapal per hari. ASDP juga akan menerapkan pola operasi Tiba–Bongkar–Berangkat.
Melalui skema ini, kapal yang sandar langsung melakukan bongkar muatan dan kembali berlayar tanpa jeda guna mempercepat rotasi dan menekan antrean kendaraan.
Dari sisi layanan, ASDP menambah dermaga express, mengoptimalkan Port Operation Control Center (POCC) berbasis pemantauan real time, menghadirkan layanan pelanggan 24 jam, serta menambah fasilitas pendukung seperti toilet portable dan penguatan sistem penerangan kawasan pelabuhan.
Untuk mendukung kelancaran arus mudik, ASDP juga menyiapkan program stimulus diskon tarif yang diinisiasi pemerintah sebesar 100 persen untuk tarif jasa pelabuhan, setara rata-rata 21,9 persen dari total tarif penyeberangan.
Selain itu, akan diterapkan kebijakan single tarif yang menyamakan tarif layanan reguler dan express pada periode tertentu sehingga tidak ada perbedaan harga bagi pengguna jasa.
Stimulus diskon tarif ini berlaku di 14 pelabuhan dan 7 lintasan strategis, mencakup pejalan kaki serta kendaraan golongan II dan IVA pada layanan reguler, serta pejalan kaki dan kendaraan golongan II pada layanan express.
Kebijakan tersebut dirancang untuk memberikan manfaat langsung bagi masyarakat selama periode mudik.
Adapun kebijakan single tarif diterapkan khusus di Pelabuhan Merak pada 13 Maret 2026 pukul 12.00 WIB hingga 20 Maret 2026 pukul 15.00 WIB.
Sementara di Pelabuhan Bakauheni berlaku pada 23 Maret 2026 pukul 00.00 WIB hingga 29 Maret 2026 pukul 24.00 WIB. Skema ini mencakup pejalan kaki dan kendaraan golongan I, II, III, IVA, VA, hingga VIA guna mendukung distribusi layanan yang lebih merata pada puncak arus pergerakan.
ASDP mengimbau seluruh pengguna jasa untuk membeli tiket secara mandiri melalui aplikasi dan website Ferizy maupun sales channel resmi.
Pengguna diminta memastikan telah memiliki tiket sebelum berangkat dan tiba di pelabuhan sesuai jadwal yang tertera. Selain itu, saat pembelian tiket, pengguna wajib mengisi data identitas diri secara lengkap dan benar.
Pencatatan manifest yang akurat dinilai krusial untuk memastikan jumlah penumpang dan kendaraan sesuai kapasitas kapal serta memudahkan penanganan dalam kondisi darurat.
“Seluruh kesiapan ini merupakan upaya menghadirkan layanan Angkutan Lebaran yang lebih tertib, aman, dan terkendali.
“ASDP berkomitmen menjaga konektivitas antarpulau sekaligus memastikan perjalanan masyarakat berlangsung nyaman,” ujar Heru. (nano)















Facebook Comments