Ragam  

Dini Hari, Enam Desa di Tiga Kecamatan Sukoharjo Terendam Banjir

banner 468x60
Banjir di Desa Bakalan, Polokarto.

Sukoharjonews.com – Huhan deras setiap hari di Kabupaten Sukoharjo menyebabkan Sungai Samin meluap. Kondisi tersebut membuat enam desa di tiga kecamatan terendam banjir pada Senin (23/2/2026) dini hari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukoharjo, Ariyanto Mulyatmojo, mengatakan desa yang terdampak meliputi Desa Laban, Tegalmade, Gadingan, Pandean, Plumbon, dan Bakalan. Air mulai masuk ke permukiman warga sekitar pukul 23.00 WIB.

“Semalam mulai (banjir) sekitar jam 23.00 WIB. Ada tempat baru di Perumahan Pondok Asri, Bakalan, sekitar 9 KK terdampak. Karena perumahannya dekat sungai, dan pengurukannya kurang tinggi,” kata Ari.

Ari melanjutkan, desa-desa tersebut memang termasuk wilayah rawan banjir ketika debit Kali Samin meningkat. Ketinggian air bervariasi antara 30 hingga 60 sentimeter, merendam rumah warga dan sejumlah akses jalan lingkungan.

Di Dukuh Pondok, Desa Bakalan, Kecamatan Polokarto, banjir juga menyebabkan satu warga meninggal dunia. Korban diketahui bernama Purbantoro, 65. Korban sebelumnya telah dievakuasi ke tempat pengungsian di rumah tetangga yang lebih tinggi saat air mulai naik.

“Korban sudah dievakuasi sampai ke pengungsian di tempat tetangganya yang lebih tinggi. Tapi beliau sakit stroke sudah lama, mungkin drop. Saat dibawa ke klinik kesehatan sudah meninggal dunia,” ungkap Ari.

Selain itu, BPBD mencatat air mulai surut sekitar pukul 06.00 WIB. Warga yang sempat mengungsi kini telah kembali ke rumah masing-masing dan melakukan pembersihan sisa lumpur serta genangan air.

“Kondisi saat ini sudah surut semua, warga sudah mulai bersih-bersih. Semoga nanti tidak hujan lebat. Kalau Kali Samin itu sangat berpengaruh pada daerah di Karanganyar karena hulunya di sana,” terangnya.

Ari menambahkan, kondisi geografis Kabupaten Sukoharjo membuat wilayah ini sangat dipengaruhi intensitas hujan di daerah sekitar. Luapan Sungai Samin berkaitan erat dengan curah hujan di Kabupaten Karanganyar, sementara potensi banjir di Kecamatan Weru dipengaruhi intensitas hujan di wilayah Kabupaten Klaten.

BPBD pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan potensi hujan masih terjadi dalam beberapa hari ke depan. (nano)


How useful was this post?

Click on a star to rate it!

Average rating 0 / 5. Vote count: 0

No votes so far! Be the first to rate this post.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *